• Boleh dilirik tak boleh tertarik

  • lautan kau seberangi, gunung kau daki, mesjid kau lewati

  • kebersihan sebagian dari iman

  • jangan pernah tinggalkan akal mu, jika kamu ingin mendahulukan perasaan



MASA BIRAHI TERNAK SAPI

0 komentar


Reproduksi pada hewan betina merupakan suatu proses yang kompleks dan dapat terganggu pada berbagai stadium sebelum dan sesudah permulaan siklus reproduksi. Hewan betina harus menghasilkan sel telur (ovum) yang hidup dan diovulasikan pada waktu yang tepat. Ia harus memperlihatkan estrus (berahi atau keinginan untuk kawin) dekat waktu ovulasi sehingga kemungkinan penyatuan sel sperma dengan sel telur, dan kemungkinan pembuahan dapat dipertinggi. Ia harus menyediakan lingkungan intra-uterin yang sesuai untuk konseptus (kebuntingan) sejak pembuahan sampai partus. Demikian pula lingkungan yang balk untuk anaknya sejak lahir sampai waktu disapih.

Pubertas (dewasa kelamin)

Pubertas dapat didefinisikan sebagai umur atau waktu dimana organ-organ reproduksi mulai berfungsi dan perkembangbiakan dapat terjadi. Pubertas tidak menandakan kapasitas reproduksi yang normal dan sempurna, yang masih akan tercapai kemudian. Pada hewan jantan, pubertas ditandai oleh kesanggupannya berkopulasi dan menghasilkan sperma di samping perubahan-perubahan kelamin sekunder lain. Pada hewan betina pubertas dicerminkan oleh terjadinya estrus dan ovulasi.

Sebelum pubertas, saluran reproduksi betina dan ovarium perlahan-lahan bertambah dalam ukuran dan tidak memperlihatkan aktivitas fungsional. Pertumbuhan yang lambat ini sejajar dengan pertambahan berat badan sewaktu hewan berangsur dewasa. Apabila suatu umur atau berat badan tertentu telah dicapai estrus dan ovulasi pertama terjadi walaupun dalam beberapa kasus ovulasi pertama mungkin tidak disertai oleh estrus. Estrus dan ovulasi pertama disertai oleh kenaikan ukuran dan berat organ reproduksi secara cepat.

Homon dan Pubertas

Pertumbuhan dan perkembangan organ-organ kelamin betina sewaktu pubertas dipengaruhi oleh hormon-hormon gonadotropin dan hormon-hormon gonadal. Pelepasan FSH ke aliran darah men¬jelang pubertas menyebabkan pertumbuhan folikel-folikel pada ovarium. Sewaktu folikel-folikel tersebut bertumbuh dan menjadi matang, berat ovarium meninggi dan estrogen disekresikan di dalam ovarium untuk dilepaskan ke dalam aliran darah.

Estrogen menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan saluran kelamin betina. Apabila folikel-folikel menjadi matang, ovarium dilepaskan (ovulasi) dan turun ke dalam tuba Fallopii.
Bukti-bukti menunjukkan bahwa permulaan pubertas pada hewan betina disebabkan oleh pelepasan tiba-tiba hormon gonadotropin dari kelenjar adenohypophysa ke dalam saluran darah dan bukan karena dimulainya secara tiba-tiba produksi hormon-hormon tersebut. Penentuan hormon menunjukkan bahwa kelenjar adenohypophysa pada hewan betina yang belum dewasa kelamin mengandung hormon-hormon gonadotropin dalam jumlah yang relatif besar namun tidak menyebab¬kan terjadinya pubertas pada umur muda tersebut.

Umur dan Berat Badan Pada Pubertas

Terjadinya estrus pertama pada hewan betina muda sangat menyolok karena timbul secara tiba-tiba. Tampak seolah-olah suatu thermostat fisiologik telah disentakkan untuk menimbulkan aktivitas reproduksi.

Hal ini berarti bahwa timbulnya pubertas mungkin berhubungan melalui beberapa jalan dengan suatu perubahan keseimbangan antara pengeluaran gonadotropin dan hormon pertumbuhan oleh kelenjar adenohypophysa.

Hewan-hewan betina muda tidak boleh dikawinkan sampai pertumbuhan badannya memungkinkan suatu kebuntingan dan kelahiran normal. Sapi-sapi dara sebaiknya dikawinkan menurut ukuran dan berat bukan menurut umur.

Olds dan Seath (1954) menyarankan bahwa sapi-sapi dara Holstein dan Brown Swiss dikawinkan sesudah mencapai berat kira-kira 340 kg, Airshire 295 kg, Guernsey 250 kg dan Jersey 227 kg.

Ukuran berat tersebut tercapai pada umur 10 sampai 25 bulan tergantung dari tingkatan makanan dan manajemen. Pertumbuhan pubertal yang cepat pada sapi-sapi dara Holstein dimulai selama bulan ketujuh sesudah lahir. Menjelang bulan kesepuluh pertumbuhan cepat saluran kelamin terhenti dan pertumbuhan. umum mulai melambat (Desjardins & Hafs, 1969).

Dengan makanan dan manajemen yang baik seekor sapi dara dapat dikawinkan pada umur 10 sampai 15 bulan, dan kuda pada umur 2 tahun.

Pada ternak betina pubertas mulai timbul pada umur-umur:
Sapi, bangsa Eropah ---> 6-18 bulan;
Sapi, Brahman dan Zebu ---> 12-30 bulan;
Domba ---> 6-12 bulan.

Sesudah perkawinan, ternak dara tingkatkan makanan selama kebuntingan pertama harus cukup untuk kelangsungan pertumbuhan dan perkembangannya agar supaya menjelang waktu partus tidak terjadi komplikasi-komplikasi seperti distokia.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pubertas

Karena pubertas dikontrol oleh mekanisme-mekanisme fisiologik tertentu yang melibatkan gonad dan kelenjar adenohypophysa, maka pubertas tidak luput dari pengaruh faktor herediter dan lingkungan yang bekerja melalui organ-organ tersebut.

Musim

Domba-domba di negeri beriklim sedang adalah ternak yang kawin bermusim dengan estrus pada betina dewasa hanya terjadi pada akhir musim panas atau permulaan musim gugur. Domba-domba muda yang mungkin sudah cukup umur dan cukup berat badannya secara fisiologik telah mencapai pubertas beberapa minggu atau bulan sebelum musin kawin tetapi tidak memperlihatkan tanda-tanda luar pubertas sampai tiba musim kawin. Namun demikian, waktu lahir tidak mempengaruhi umur pubertas pada domba-domba betina muda.

Suhu

Pengaruh suhu lingkungan yang konstan terhadap timbulnya pubertas pada sapi-sapi dara Brahman (Zebu). Santa Gertrudis dan Shorthorn telah dipelajari oleh Dale et al. (1959). Pada sapi-sapi dara yang dikandangkan pada 80* F (28,90C) pubertas dicapai rata-rata pada umur 398 hari. Pada sapi-sapi dara yang ditempatkan di kandang terbuka dan berhubungan dengan kondisi udara luar, pubertas dicapai pada umur 320 hari.

Makanan

Makanan yang cukup perlu untuk fungsi endokrin yang normal. Tingkatan makanan tampaknya mempengaruhi sintesa maupun pelepasan hormon dari kelenjar-kelenjar endokrin. Pertumbuhan dan perkembangan organ reproduksi hewan betina muda dihambat oleh kekurangan makanan tanpa membedakan apakah karena tingkatan rendah enersi, protein, mineral atau vitamin.

Akan tetapi berat hidup hanyalah salah satu dari faktor-faktor penentu umur pubertas. Apapun yang menyebabkan lambatnya pertumbuhan, apakah itu penyakit, kekurangan makanan atau faktor-faktor lain, akan memperlambat timbulnya pubertas.

Kelambatan timbulnya pubertas karena kekurangan makanan mungkin disebabkan oleh kadar rendah gonadotropin yang dihasilkan oleh kelenjar adenohypophysa, kurang respons ovaria, atau mungkin karena kegagalan ovaria untuk menghasilkan jumlah estrogen yang cukup. Kurang jelas apakah salah satu atau semua mekanisme tersebut terlihat.

Bersambung .....

Read More »

TENTANG TONGKOL JAGUNG

0 komentar


Bisa dijadikan bahan baku pakan ternak sebagai sumber serat. Bila beli yang sudah digiling, harganya Rp 1.350,-/kg.

Kali ini, saya dapat tongkol jagung tidak beli (gratis). Tinggal menggiling jadi berukuran kecil-kecil. Tidak harus jadi selembut tepung. Sebagian berbentuk butiran (granule) agar bisa tertahan lebih lama di dalam rumen sehingga akan mengalami fermentasi in vivo (di dalam tubuh). Cukup pakai lubang saringan 3 mm.

Bila dihitung-hitung, ongkos menggiling tongkol jagung, bisa Rp 500-700,-/Kg. Karena hasil menggilingnya tidak bisa banyak per jamnya. Kecuali bila telah dikeringkan dulu pakai pengering (oven) sampai warnanya kekuningan, maka menggilingnya lebih mudah (Jawa : muprul) dan hasilnya bisa lebih banyak per jamnya.

Setelah tongkol jagung digiling, maka wajib difermentasi tertutup dulu pakai probiotika pengurai serat kasar (SK), yaitu selulosa dan hemiselulosa dan pengurai serat sangat kasar (SSK), yaitu lignin.

pakai probiotika
Dosis 1 liter per ton bahan baku pakan. Tanpa bahan lain apa pun.
Komposisinya :
1. Tongkol jagung giling 850 Kg x Rpn1.350,-/Kg = Rp 1.147.500,-;
2. Air sumur (air tanpa klorinasi) 149 liter x Rp 50,-/liter = Rp 7.450,-
3. Win_Prob Ternak cair 1 liter x Rp 50.000,- = Rp 50.000,-

Total nilai barangnya 1.154.950,- dengan bobot 1.000 Kg, maka harga tongkol jagung giling (TJG) fermentasi tertutup menjadi Rp 1.155,-/Kg. Dibanding harga TJG sebelum difermentasi tertutup Rp 1.350,-, lebih murah Rp 195,-/Kg. Padahal, kualitasnya meningkat secara signifikan. Ini salah satu manfaat fermentasi tertutup yang sering tidak diketahui oleh teman-teman peternak.

Pemeramannya (fermentation time) perlu waktu selama minimum 8 minggu agar kualitasnya bisa meningkat secara nyata. Baik dari segi organoleptik :
1. Warna, kuning keemasan;
2. Bau, seperti tape;
3. Tekstur, terasa menjadi lebih lunak;
4. Rasa, manis, menjadi lebih disukai ternak (palatable).
Mau pun peningkatan secara kimiawi atau secara proksimat :
1. SK dan SSK turun;
2. TDN naik;
3. Protein kasar naik;
4. Daya simpan bisa sampai 36 bulan bila wadahnya dalam kondisi tetap rapat dan kedap.

Itu cerita ku. Mana cerita mu?

Read More »

ARTI BLIND SPOT

0 komentar


Semua PETINJU profesional memiliki PELATIH.
Bahkan, petinju LEGENDARIS sehebat MOH ALI sekali pun, juga memiliki PELATIH, yaitu ANGELO DUNDEE yang membantu ALI menjadi JUARA dunia 3 kali.

Padahal jika mereka BERDUA disuruh  BERTANDING, sangat JELAS Angelo Dundee tidak akan pernah MENANG melawan Ali.

Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa MOH ALI butuh PELATIH kalau JELAS dia pasti MENANG melawan pelatihnya?

KETAHUILAH.
Bahwa MOH ALI butuh PELATIH bukan karena pelatihnya lebih HEBAT tapi karena ia membutuhkan seseorang untuk MELIHAT hal-hal yang "TIDAK DAPAT DIA LIHAT SENDIRI".

Hal yang tidak dapat kita LIHAT dengan MATA sendiri itu yang disebut : "BLIND SPOT" atau "TITIK BUTA".

Kita hanya bisa melihat "BLIND SPOT" dengan bantuan orang lain.

Dalam HIDUP, kita BUTUH seseorang untuk MENGAWAL kehidupan kita, SELALIGUS untuk MENGINGATKAN kita seandainya PRIORITAS hidup kita mulai BERGESER.

Kita butuh orang lain YANG :
×. MENASIHATI;
×. MENGINGATKAN;
×. MENEGUR.

Jika kita MULAI melakukan SESUATU hal yang KELIRU yang MUNGKIN tidak kita SADARI, maka butuh nasehat orang lain.

Kita butuh KERENDAHAN HATI untuk :
×. Menerima KRITIKAN;
×. Menerima NASEHAT;
×. Menerima TEGURAN.

Itulah yang justru menyelamatkan kita.

Kita bukan manusia SEMPURNA. Jadi, biarkan orang lain menjadi "MATA" kita di area 'BLIND SPOT' kita, sehingga kita bisa MELIHAT apa yang tidak BISA kita LIHAT dengan 'PANDANGAN' kita SENDIRI.

Mari kita saling nasehat menasehati dalam KEBAIKAN dan KESABARAN.

Semoga bermanfaat.

Read More »

Teknik Menanam Cabe Hidroponik

0 komentar

Anda bisa menanam sendiri cabe anda di rumah dengan melakukan cara menanam cabe hidroponik dengan media air.
Cara ini terbilang sangat praktis dan hemat disbanding jika anda melakukan cara menanam cabe seperti biasanya. Dan bagi anda yang tertarik berbeda dengan Cara Menanam Ubi Cilembu di Perkarangan Rumah, berikut kami sampaikan penjelasannya.
  1. Benih Cabe Hidroponik
Langkah pertama yang harus anda lakukan dalam cara menanam cabe hidroponik dengan media air yaitu memilih benih. Untuk pemilihan benih cabe sendiri sangat mudah dan praktis. Berikut sedikit penjelasannya :


    • Untuk mulai menanam cabe hidroponik, tentunya anda harus mengetahui jenis varietas cabe yang ingin anda tanam.
    • Ada 2 jenis varietas cabe yaitu cabe lokal dan cabe hibrida, untuk jenis cabe hibrida anda bisa menemukannya di toko benih ataupun pertanian.
    • Adapun saran lebih praktis dan mudah jika anda memilih cabe lokal untuk ditanam, hal ini karena benih cabe lokal mudah ditemui dan harganya juga terbilang lebih murah.
    • Tidak hanya harganya saja tetapi jenis cabe lokal juga sangat mudah untuk beradaptasi sehingga sangat mudah juga untuk ditanam.
    • Pilihlah benih yang berkualitas dan layak tanam, anda bisa mengetahui kualitas dan kelayakan tanam dari review ataupun bertanya langsung kepada penjualnya.

    1. Penyemaian Benih Cabe Hidroponik
    Langkah selanjutnya dalam cara menanam cabe hidroponik dengan media air yaitu menyemai benih cabe. Untuk menyemai cabe ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan berbeda dengan Cara Menanam Ubi Ungul, mulai dari persiapan hingga perawatannya agar tumbuh menjadi bibit unggul. Berikut merupakan sedikit penjelasannya :

    • Pertama anda harus menyediakan media semai seperti tanah, cocopeat, sekam, , alat spray untuk menyiram dan media semai seperti tray ataupun polybag.
    • Lalu sediakan mangkuk berukuran kecil berisi air hangat dan masukkan benih ke dalamnya hingga suhu air berubah dingin.
    • Setelah itu buat media tanam, caranya campur terlebih dahulu tanah, cocopeat dan arang sekam dengan perbandingan 1: 1: 1.
    • Masukkan tanah campuran ke dalam polybag atau tray dan taburkan benih secara merata, lalu tutup dengan tanah secara tipis.
    • Letakkan pada lokasi dengan pencahayaan sedikit agar benih cepat tumbuh, atau anda bisa menutupnya dengan kain berwarna gelap tipis.
    • Lakukan juga perawatan dengan menyiram benih saat tanah mulai mengering, ini bertujuan untuk menjaga kelembaban tanah.
    • Benih akan berubah menjadi bibit siap tanam pada 5 hingga 7 hari setelah semai.
    1. Media Tanam Bibit Cabe Hidroponik
    Selagi anda menunggu pertumbuhan bibit, anda bisa mulai membuat media tanam. Dalam cara menanam cabe hidroponik dengan media air, anda perlu menyiapkan beberapa alat dan bahan yang sangat mudah untuk dijumpai. Dan berikut penjelasan singkatnya :
    • Anda bisa membuat media tanam yang praktis dan mudah dengan menggunakan botol plastik bekas ataupun pipa sebagai medianya.
    • Setelah itu campurkan cocopeat dan sekam dengan perbandingan 1: 1 dan letakkan pada media tanam.
    • Akan lebih praktis jika anda membeli media hodroponik air secara online, ini tidak memerlukan banyak waktu tentunya.
    • Beri juga media serap berupa kain flannel ataupun sumbu, akan lebih baik jikaanda menggunakan kain flannel karena lebih memiliki daya serap tinggi sehingga nutrisi pada cabe akan lebih mudah terpenuhi.
    • Setelah media tanam jadi, lakukan proses pemindahan secara hati- hati, biasanya bibit siap ditanam setelah melewati usia 25 hingga 30 hari.
    • Ambil bibit perlahan dengan cara menyiramkan air terlebih dahulu pada media semai agar bibit mudah diambil.
    • Setelah anda melakukan proses pemindahan, biarkan media tanam pada tempat yang teduh selama 7 hari agar beradaptasi terlebih dahulu, setelah itu anda bisa memindahkannya pada lokasi dengan pencahayaan cukup.

    Read More »

    Kenapa pada musim penghujan yang berkepanjangan, produksi telur cenderung menurun. Padahal ayam telah diberi tambahan vitamin?

    0 komentar


    Diantara sekian ribu ekor ayam petelur, ada beberapa ekor yang telurnya seperti kelereng. Kenapa demikian? Apakah karena serangan penyakit? Apa penyebabnya? Dan bagaimana cara penyembuhannya?
    Apakah Medion memproduksi obat kurap, bengkak dan gatalan untuk kambing dan kelinci?

    Jawab :
    Saat musim penghujan, kondisi lingkungan kandang cenderung lembab dengan suhu udara yang dingin. Kondisi ini bukan kondisi yang nyaman buat ayam petelur sehingga berpengaruh pada produksi telur (produksi telur menurun, red). Selain itu, kondisi musim penghujan juga ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan bibit penyakit. Virus avian influenza (AI), Newcastle disease (ND), infectious bronchitis (IB) maupun egg drop syndrome (EDS) merupakan contoh beberapa bibit penyakit penurun produksi telur yang berkembang lebih cepat saat musim penghujan.
    Pada kondisi ini, pemberian vitamin akan membantu menjaga stamina tubuh ayam petelur tetap optimal. Hanya saja masih perlu didukung penerapan tata laksana pemeliharaan yang baik, diantaranya :
    • Perhatikan aliran angin
    Saat musim hujan seringkali angin bertiup dengan kencang. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi stamina tubuh ayam. Oleh karena itu, atur sistem buka tutup tirai kandang. Pada kandang ayam petelur masa produksi (baterai), jika diperlukan bisa ditambahkan tirai kandang. Selain itu, percikan air hujan jangan sampai mengenai tubuh ayam. Evaluasi kembali jarak genting terluar sehingga percikan air hujan tidak mengenai tubuh ayam
    • Cek kualitas dan kuantitas ransum yang diberikan
    Kelembaban udara yang tinggi, akan memicu tumbuhnya jamur yang mencemari ransum. Jamur tersebut mampu menghasilkan racun yang jika dikonsumsi ayam akan menurunkan produksi telur. Oleh karena itu pastikan ransum yang diberikan tidak tercemar oleh jamur.
    • Lakukan desinfeksi kandang secara rutin
    Semprot kandang dengan desinfektan (Antisep, Neo Antisep atau Medisep) secara rutin, misalnya 1 minggu sekali untuk menurunkan tantangan bibit penyakit yang ada di dalam kandang. Selain itu, penambahan Antisep, Neo Antisep atau Medisep ke dalam air minum juga bisa menurunkan resiko penularan penyakit melalui air minum.
    • Penambahan feed supplement
    Penambahan suplemen dengan kandungan vitamin dan elektrolit akan membantu menjaga stamina tubuh ayam petelur tetap optimal. Feed supplement yang bisa diberikan antara lain Vita Stress, Vita Strong atau Fortevit. Pemberian vitamin ini harus didukung penerapan 3 point sebelumnya, yaitu tata laksana yang baik dan biosecurity secara ketat.

    Saat musim penghujan, pelaksanaan kontrol terhadap kondisi kesehatan ayam harus dilakukan lebih ketat. Jika diperlukan bisa dilakukan pengambilan sampel darah untuk melihat titer antibodi tubuh ayam. Selain itu, perlu lebih waspada terhadap penyakit yang bisa kambuh saat musim hujan, seperti korisa maupun CRD.

    Telur yang berukuran kecil bisa merupakan kondisi yang normal jika terjadi pada awal produksi telur dan keadaan ini akan cepat berlalu. Namun jika telur berukuran kecil ini ditemukan dalam waktu yang relatif lama, maka ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebabnya, diantaranya :
    • Serangan penyakit EDS
    Ayam yang terserang EDS tidak menujukkan gejala klinis yang jelas, kecuali penurunan produksi telur yang sangat drastis disertai penurunan kualitas telur. Ukuran telur menjadi lebih kecil, warna lebih pucat, lembek atau kasar. Saat dibedah bangkai akan ditemukan beberapa kelainan, seperti limpa sedikit membesar dan uterus (oviduk) menjadi kendur dan terdapat oedema pada jaringan subserosanya. Selain itu, terdapat pengecilan ringan pada calon kuning telur. Pada periode berikutnya perlu dievaluasi program vaksinasi EDS-nya.
    • Berat badan lebih kecil dari standar
    Ayam dengan berat badan kurang dari standar akan menghasilkan telur yang berukuran kecil. Hal ini akan berlangsung dalam waktu yang lama dan relatif sulit diatasi. Oleh karena itu, pertumbuhan berat badan ayam petelur perlu dikontrol secara rutin, terlebih lagi saat umur < 12 minggu saat fase pertumbuhan kerangka tubuh mencapai optimal dan tidak bisa berkembang lagi. Ukuran kerangka tubuh yang kecil akan menyebabkan ukuran telur lebih kecil.
    • Atur pencahayaan
    Jangan menambah cahaya saat ayam dalam masa perkembangan (grower). Jika cahaya kita tambah, maka ayam akan menjadi lebih cepat bertelur (dewasa kelamin dini). Akibatnya telur yang dihasilkan akan berukuran kecil. Berikan tambahan cahaya saat ayam telah mulai berproduksi telur. Penambahan cahaya dilakukan secara bertahap, misalnya bertambah 0,5 jam tiap minggu.
    • Perhatikan kualitas ransum yang diberikan
    Ransum dengan kandungan nutri-si kurang dari standar akan direspon ayam dengan menghasilkan telur dengan ukuran lebih kecil. Protein kasar dan asam lemak (asam linoleat) merupakan 2 komponen nutrisi yang berpengaruh besar terhadap ukuran telur. Meskipun demikian komponen nutrisi lainnya, seperti energi metabolisme, lemak kasar, serat kasar, kalsium dan fosfor perlu diperhatikan juga. Penambahan Strong Egg juga bisa membantu mening-katkan ukuran telur.

    Obat Medion yang bisa digunakan untuk mengatasi kurap, bengkak dan gatalan pada kambing dan kelinci ialah Kututox. Taburkan serbuk Kututox pada permukaan dan lipatan-lipatan tubuh ternak. Untuk mendukung kerja Kututox lakukan sanitasi (pembersihan) kandang, terutama sela-sela lantai dan dinding kandang. Setelah itu, taburkan Kututox pada bagian kandang tersebut (dinding dan lantai). Agar pembasmian kutu lebih optimal, ulangi pemberian Kututox setelah 10 hari.


    Info Medion Edisi Juni 2008
     Artikel bersumber dari Info Medion Online (http://info.medion.co.id).

    Read More »

    Lama Kualitas Vitamin setalah dicaampur air, dan apakan bahanya

    0 komentar



    pertanyaan
    Berapa lama vitamin yang telah kita campur dengan air kualitasnya masih baik?

    Jawab :
    Vitamin yang telah dicampur dalam air dapat bertahan maksimal 4-6 jam, setelah waktu itu stabilitas zat aktifnya akan menurun. Hal ini karena vitamin tidak stabil dan dapat dipengaruhi oleh suhu panas dan udara sekitar (oksigen). Agar vitamin memberikan efek yang optimal maka perlu memperhatikan :

    • Berikan larutan vitamin yang selalu segar ke ayam. Larutan yang segar juga akan menarik ayam untuk segera minum, sehingga larutan cepat habis dan diharapkan manfaat vitamin akan segera terlihat

    • Tempat minum ayam jangan sampai terkena sinar matahari atau panas brooder (pada masa awal pemeliharaan) langsung

    • Simpan vitamin ditempat yang kering, tertutup rapat dan terhindar dari panas atau sinar matahari langsung


    Info Medion Edisi Juni 2011
    Artikel bersumber dari Info Medion Online (http://info.medion.co.id).

    Read More »

    Penanganan Cacar pada ayam petelur yang benar

    0 komentar


    Pertanyaan Bapak Andi Sukry
    Bagaimana cara penanganan dan pencegahan penyakit cacar yang efektif pada ayam? Apakah dengan menggunakan desinfektan Antisep yang disemprotkan pada kandang ayam dan dioleskan pada luka cacar, maka penyakit akan sembuh dan tidak menular ke ayam lain?

    Jawab:
    Pemakaian antiseptik/desinfektan seperti Antisep untuk menangani ayam yang terkena cacar (fowl pox), terutama cacar bentuk kering, sudah benar. Namun, upaya tersebut tidak menjamin ayam bisa segera sembuh dan cacar tidak menular ke ayam lain (terutama jika kondisi sudah parah), karena pada dasarnya penyakit yang disebabkan oleh virus sampai saat ini belum ada obatnya, termasuk juga penyakit cacar.
    Meski demikian, agar kondisi ayam yang terserang cacar bisa cepat membaik (tidak bertambah parah) dan ayam lain tidak tertular, maka lakukan beberapa hal berikut ini:
    • Pisahkan atau isolasi ayam yang kondisi serangan cacar nya sudah cukup parah.
    • Sebelum keropeng/bungkul-bungkul/luka cacar diolesi dengan antiseptik (Antisep/CIL), sebaiknya luka atau keropeng tersebut dikerok terlebih dahulu. Khususnya jika jumlah ayam yang terkena cacar relatif sedikit. Tujuannya agar obat dapat kontak langsung dengan agen penyakit.
    • Semprot kandang dan cuci peralatan kandang dengan desinfektan (Antisep atau Neo Antisep) lebih sering saat wabah cacar terjadi, misalnya 2-3 kali seminggu. Hal ini untuk mengurangi tantangan agen penyakit yang ada di sekitar ayam.
    • Jika serangan cacar masih awal dan ringan, maka lakukan vaksinasi dengan Medivac Pox untuk melindungi ayam lain yang belum terinfeksi.
    • Tingkatkan stamina tubuh ayam dengan memberikan multivitamin seperti Vita Stress atau Fortevit.

    Ke depannya, untuk mencegah cacar mewabah di periode pemeliharaan ayam selanjutnya, berikut tindakan yang bisa diambil:
    • Lakukan vaksinasi menggunakan Medivac Pox setelah ayam berumur 10 minggu atau sesuaikan dengan sejarah terjadinya penyakit di farm. Vaksinasi paling lambat dilakukan maksimal 2-3 minggu sebelum umur serangan penyakit.
    • Lakukan penyemprotan kandang dan sanitasi peralatan kandang dengan desinfektan Antisep minimal 1 minggu sekali.
    • Pastikan kandang bebas dari nyamuk, karena nyamuk bisa berperan sebagai vektor pembawa penyakit cacar. Caranya dengan meminimalkan adanya semak-semak serta genangan air yang menjadi sarana berkembang biak nyamuk.


    Info Medion Edisi Desember 2013
    Artikel bersumber dari Info Medion Online (http://info.medion.co.id).

    Read More »

    Penyakit yang menyerang ayam dengan gejala dari saluran pernapasan keluar lendir bening dan kadang disertai bercak darah serta ayam tidur dengan menjulurkan kepala

    0 komentar

    Pertanyaan Bapak Fuad Masduki
    Penyakit apa yang menyerang ayam dengan gejala dari saluran pernapasan keluar lendir bening dan kadang disertai bercak darah serta ayam tidur dengan menjulurkan kepala? Bagaimana cara mengatasi penyakit ini? Selama ini saya selalu memberikan Neo Meditril apabila terjadi kasus tersebut.


    Jawab:
    Dalam menentukan diagnosa yang tepat dibutuhkan informasi yang lebih banyak selain dari gejala klinis, misalnya dengan melihat perubahan patologi anatomi ayam yang dapat dilakukan melalui bedah bangkai. Pada kasus-kasus tertentu, perlu juga dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk membantu meneguhkan diagnosa. Dilihat dari gejala klinis yang Bapak sampaikan, ada 2 jenis penyakit dengan gejala yang hampir mirip, yaitu infectious laryngotracheitis (ILT) dan malaria like.
    ILT merupakan penyakit menular pada unggas yang menimbulkan gangguan terutama pada saluran pernapasan. Penyakit ini dapat menyerang ayam pada semua umur. Pada bentuk perakut, ayam yang terserang ILT dapat mati secara mendadak atau tiba-tiba sesak napas dengan beberapa kali batuk dan mengeluarkan eksudat berupa lendir yang bercampur darah atau titik-titik darah, diikuti kematian pada 1-3 hari kemudian.
    Pada bentuk akut, ayam terlihat sesak napas tetapi tidak secara tiba-tiba, menjulurkan leher, terengah-engah, paruh terbuka dan bersin-bersin, kadang terlihat adanya kotoran di hidung, conjunctivitis, mata berair dan keluar air mata serta jengger mengalami cyanosis (kebiruan).

    ayam ILT,ayam menjulurkan leher

    Adapun pada bentuk ringan, akan terlihat batuk ringan, ayam mengibaskan kepalanya, mengeluarkan eksudat dari hidung dan mata,conjunctivitis dan mata berair. Pada saat dilakukan bedah bangkai, perubahan yang paling jelas dapat terlihat pada trakhea. Trakhea berisi lendir kental bercampur darah karena terjadi perlukaan pada bagian mukosanya. Pada kasus kronis yang parah, akan ditemukan massa perkejuan yang menyebabkan penyumbatan pada trakhea.
    perkejuan pada trakea ayam
    Adapun malaria like (leucocytozoonosis) merupakan penyakit pada unggas yang disebabkan oleh parasit darah (Leucocytozoon sp.). Ayam pada semua umur dapat terserang malaria like. Gejala klinis yang dapat ditemukan pada ayam yang terserang penyakit ini adalah feses berwarna hijau, depresi, hilang nafsu makan, batuk darah, sesak napas dan terjadi kelumpuhan yang diikuti dengan kematian.

    malaria like, ayam terkena malaria like


    Pada saat dilakukan bedah bangkai akan ditemukan bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan pada hampir seluruh organ dalam tubuh (hati, paru-paru, limpa, thymus, ginjal, pankreas, usus, proventrikulus, bursa Fabricius, otak, otot dada dan otot paha), dan pada rongga perut juga saluran pernapasan atas sering dijumpai adanya gumpalan darah.
    Penyakit ILT disebabkan oleh virus sehingga sampai saat ini tidak ada obatnya. Namun, untuk mencegah infeksi sekunder dan menekan angka kematian dapat dilakukan beberapa hal berikut:
    1. Pisahkan ayam yang terlihat sakit dari ayam yang masih sehat. 
    2. Berikan antibiotik seperti Neo MeditrilDoxyvet atau Therapy untuk mencegah infeksi sekunder. Untuk kasus ILT, pemberian Neo Meditrilyang telah Bapak lakukan sudah benar.
    3. Berikan terapi suportif seperti Vita Stress atau Fortevit untuk meningkatkan kondisi dan stamina ayam.
    4. Atur populasi ayam dalam kandang agar tidak terlalu padat, litter jangan sampai berdebu dan terlalu lembab, serta ventilasi kandang cukup.
    5. Lakukan desinfeksi kandang secara rutin setiap hari menggunakan Antisep atau Neo Antisep.
    6. Lakukan desinfeksi peralatan kandang menggunakan Medisep dan air minum menggunakan Desinsep.
    7. Jika umur masih muda dan tingkat kesakitan ≤ 20% (serangan masih awal) dapat dipertimbangkan untuk melakukan vaksinasi ILT dengan Medivac ILT melalui tetes mata.
    Adapun untuk menangani penyakit malaria like dapat dilakukan melalui beberapa hal berikut:
    • Pisahkan ayam yang terlihat sakit dari ayam yang masih sehat.
    • Berikan antiprotozoa Maladex yang mengandung sulfonamid. Untuk kasus malaria like, pemberian Neo Meditril kurang tepat karena tidak efektif untuk membasmi protozoa.
    • Lakukan tahapan 3 sampai dengan 6 seperti penanganan ILT dan lakukan fogging untuk membasmi nyamuk dan minimalisir tempat-tempat yang dapat dijadikan sarang nyamuk seperti semak-semak dan tempat-tempat genangan air.
    Sebagai langkah pencegahan untuk penyakit ILT dan malaria like, lakukan desinfeksi kandang dan peralatan kandang serta air minum setiap 4 hari sekali. Selain itu, perketat biosecurity dengan membatasi tamu atau hewan liar yang masuk ke lingkungan kandang, kontrol populasi ayam dalam kandang sehingga tidak terlalu padat dan atur ventilasi udara di dalam kandang sebaik mungkin. Untuk mencegah penyakit ILT dapat juga dilakukan upaya vaksinasi ILT dengan menggunakan Medivac ILT. Sementara untuk mencegah penyakit malaria like harus dilakukan fogging di sekitar lingkungan kandang secara rutin setiap 2 minggu sekali terutama di tempat-tempat yang rentan menjadi sarang atau tempat berkembang biak bagi nyamuk. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah berkembangbiaknya nyamuk yang berperan sebagai vektor penyakit malaria like.


    Info Medion Edisi Januari 2013
    Artikel bersumber dari Info Medion Online (http://info.medion.co.id).

    Read More »

    Cara mengobati penyakit komplikasi ND,IB, ILT, CRD ND,IB, ILT, CRD

    0 komentar


    Pertanyaan BAPAK AHMAD NURKHOLIS
    Jika ayam petelur terserang penyakit komplikasi, yaitu Newcastle disease (ND), infectious bronchitis (IB), infectious laryngotracheitis(ILT) dan chronic respiratory disease (CRD). Langkah apa yang bisa dilakukan untuk menangani ayam tersebut?

    Jawab :
    Ayam petelur yang terserang komplikasi ke-4 penyakit menandakan bahwa prognosa atau kemungkinan untuk sembuhnya kecil.
    Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menekan kematian yaitu melakukan seleksi dan isolasi ayam yang terserang berdasarkan tingkat keparahan penyakit. Lakukan culling pada ayam yang parah sedangkan ayam yang masih memiliki peluang sembuh dapat diisolasi dan diberikan treatment sebagai berikut :
    • Penanganan yang sebaiknya didahulukan ialah mengatasi ND dan IB. Pertimbangannya kedua penyakit ini menimbulkan efek yang lebih besar dibandingkan penyakit ILT dan CRD. ND dan IB merupakan penyakit viral sehingga penanganannya melalui revaksinasi darurat dengan Medivac ND-IB. Keberhasilan vaksinasi darurat ini sangat ditentukan dari tingkat keparahan serangan ND dan IB. Medivac ND-IBmemiliki kemampuan menggertak pembentukan antibodi protektif yang relatif cepat, sehingga diharapkan mampu meminimalkan tingkat keparahan serangan ND dan IB. Sebelum dan sesudah pemberian vaksin ini hendaknya diberikan vitamin (Vita Stress) untuk membantu meningkatkan stamina tubuh ayam
    • Hari berikutnya ayam dapat diberikan antibiotik (obat) untuk mengatasi CRD. Pilih antibiotik yang tidak memperberat kerja ginjal (hindari obat yang mengandung antibiotik golongan aminoglikosida dan sulfonamida) dan tidak mengganggu kerja vaksin. Obat yang dapat diberikan pada kasus ini antara lain Proxan-C, Doxyvet atau Vita Tetra Chlor. Obat ini hendaknya diberikan sesuai dengan dosis dan aturan pakai, jangan berlebihan. Agar pengobatan optimal maka pemberian obat dilakukan minimal 2 x pemberian dalam sehari yaitu pagi (07:00-12:00) dan siang (12:00-17:00) dan malam harinya diberikan vitamin (Vita Stress). Obat yang telah dilarutkan dalam air minum sebaiknya habis dikonsumsi maksimal dalam waktu 6 jam agar potensi obat tetap optimal.
    • Penanganan ILT dilakukan terakhir kali dengan melakukan revaksinasi ulang menggunakan Medivac ILT. Vaksinasi ulang ILT hendaknya dilakukan 1-2 minggu setelah revaksinasi ND dan IB untuk meminimalkan reaksi post vaksinasi.

    Selama treatment ke-4 penyakit tersebut sebaiknya didukung dengan penerapan tata laksana pemeliharaan yang baik, seperti menciptakan suasana kandang yang nyaman (suhu, kelembaban dan aliran angin yang sesuai), memberikan ransum dengan jumlah dan kandungan nutrisi yang sesuai. Selain itu, biosecurity yang bertujuan menurunkan tantangan bibit penyakit perlu dilakukan secara ketat. Batasi pergerakan atau perpindahan personil antar kandang agar penyakit ini tidak menyebar ke seluruh kandang. Penyemprotan dengan desinfektan juga bisa dilakukan untuk menurunkan konsentrasi bibit penyakit yang berada di dalam kandang. Desinfektan yang bisa dipilih ialah Antisep, Neo Antisep atau Medisep.
    Dan yang terakhir perlu sekiranya dilakukan evaluasi terhadap program vaksinasi ND, IB maupun ILT yang sebelumnya diterapkan. Evaluasi ini dapat dilakukan terhadap jadwal pelaksanaan vaksinasi dan juga teknik aplikasi vaksin.
    Pada periode pemeliharaan berikutnya vaksinasi ND dan IB bisa dilakukan secara terpisah maupun bersamaan (memakai vaksin gabungan ND dan IB), seperti Medivac ND-IB dan Medivac ND-IB Emulsion. Jika menggunakan vaksin ND dan IB aktif, seperti Medivac ND La Sota atau Medivac ND-IB maka waktu vaksinasinya dilakukan 2-3 minggu sebelum waktu serangan atau kasus. Namun jika memakai vaksin inaktif (Medivac ND Emulsion, Medivac ND-IB Emulsion), waktu vaksinasi dilakukan 3-4 minggu sebelum serangan penyakit ini. Vaksin ILT,Medivac ILT diberikan pada 2-3 minggu sebelum waktu serangan penyakit. Sedangkan obat CRD hendaknya diberikan pada saat ayam rentan terserang penyakit pernapasan ini, misalnya saat pergantian musim dan juga musim penghujan. Saat ayam petelur telah memasuki masa produksi, sebaiknya dilakukan pemantauan titer antibodi secara rutin, misalnya 1 bulan sekali, khususnya untuk penyakit penurun produksi telur (ND, IB, AI dan EDS). Tujuannya agar waktu revaksinasi bisa ditentukan lebih tepat.


    Info Medion Edisi Juli 2009
    Artikel bersumber dari Info Medion Online (http://info.medion.co.id).

    Read More »

    Faktor Kekerdilan pada ayam serta penanganan yang tepat

    0 komentar
    Bapak Edie Wibowo
    • Apakah selenium (Se) dan apa fungsinya terkait dengan pertumbuhan ayam?
    • Faktor apa saja yang dapat menyebabkan kekerdilan dan apakah ada hubungan antara pemberian selenium dengan penanganan kasus kekerdilan?
     Jawab :
    • Selenium merupakan salah satu mineral mikro atau mineral yang diperlukan dalam jumlah kecil, namun penting (essensial) untuk mendukung pertumbuhan ayam
    Selenium (Se) bisa ditemukan dalam bentuk organik maupun anorganik. Pemberian selenium dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk mencegah stres oksidatif, mendukung fungsi kelenjar tiroid (yang menghasilkan hormon tiroksin untuk pertumbuhan dan perkembangan) maupun berperan menjaga immunocompetence (kekebalan tubuh). Selain itu selenium juga berfungsi meningkatkan daya tahan terhadap penyakit, menurunkan angka kematian dan meningkatkan pertambahan berat badan.
    Meskipun demikian pemberian selenium yang melebihi dosis dapat meracuni tubuh ayam (selenosis). “Alkali disease” menjadi sebutan untuk keracunan selenium yang terjadi dalam waktu yang lama sedangkan jika keracunan selenium terjadi secara akut, penyakitnya disebut “blind staggers”. Gejala yang ditunjukkan saat terjadi keracunan selenium ialah gangguan pencernaan, badan lesu, gangguan saraf (paralisis) dan pada tingkat yang parah dapat menyebabkan kerusakan pada hati, gangguan pernapasan maupun kematian.
     
    • Kekerdilan pada ayam dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya :
    1. Genetik, yaitu kekerdilan yang disebabkan oleh infeksi virus Reo virus, Picorna virus, Calici virus, Adeno virus, Parvo virus, Rota virus, Toga virus, Corona virus dan Enterolike virus yang dapat menular secara vertikal, sehingga jika induk ayam pernah terkena penyakit kekerdilan kemungkinan anaknya dapat tertular
    2. Serangan penyakit, yaitu selain penyakit pada point 1, penyakit viral (ND, Gumboro dan Mareks), penyakit bakterial (korisa, CRD) dan penyakit parasit (koksidiosis) juga dapat memicu kekerdilan pada ayam
    3. Kesalahan tata laksana pemeliharaan, seperti kepadatan kandang yang berlebih, brooding yang kurang tepat maupun kualitas dan distribusi ransum yang kurang baik
     
    Akibat terjadinya kekerdilan, pertumbuhan ayam menjadi terganggu. Selain itu kondisi tubuh ayam juga turun (sakit) serta sel-sel tubuh ayam mengalami kerusakan akibat pemakaian zat-zat cadangan (seperti asam amino) yang diperlukan guna meningkatkan ketahanan tubuh ayam dan memperbaiki sel-sel rusak. Oleh karenanya diperlukan pemberian antioksidan seperti vitamin E dan C, selenium atau carotenoids untuk mengurangi kerusakan sel-sel. Jika dilihat dari fungsi selenium diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa selenium sangat berkaitan erat sebagai anti-oksidan bahkan dapat berfungsi sebagai immunomodulatory (menggertak kekebalan tubuh).
     
    Pemberian selenium sesuai dosis anjuran dapat menjaga agar metabolisme dalam tubuh ayam tetap optimal dan ketahanan tubuh ayam selalu terjaga sehingga diharapkan pertumbuhan ayam dapat berjalan dengan optimal dan ayam tidak mengalami kekerdilan. Agar fungsi selenium tersebut bisa optimal perlu didukung dengan manajemen pemeliharaan ternak yang baik.
     
    Selain dengan pemberian selenium, agar kasus kekerdilan dapat dicegah secara optimal perlu didukung dengan :
    1. Seleksi DOC dengan seksama untuk mendapatkan ayam dengan berat badan seragam dan sesuai standar, sehat, lincah, tidak cacat dan bebas problem tali pusar
    2. Berikan ransum dengan kualitas yang baik dan perhatikan distribusi tempat ransumnya
    3. Terapkan tata laksana pemeliharaan secara benar, terutama pada saat masa brooding
    4. Jika perlu berikan antibiotik (Neo Meditril, Koleridin atau Therapy) secara berkala untuk mencegah infeksi sekunder oleh bakteri
     
    Penanganan kekerdilan tidak cukup hanya dengan pemberian selenium tetapi perlu disesuaikan dengan faktor penyebabnya dan dilakukan secara komprehensif (menyeluruh). Tata laksana pemeliharaan perlu dilakukan secara tepat, seperti ayam kerdil dianjurkan dipelihara secara terpisah untuk mencegah penularan penyakit dan memudahkan perawatan. Untuk kasus kekerdilan yang disebabkan serangan penyakit korisa, CRD dan koksidiosis yang dapat dapat diatasi dengan memberikan Therapy, Vet Strep, Antikoksi atauTrimezyn.
     

     
     

    Info Medion Edisi November 2008
    Artikel bersumber dari Info Medion Online (http://info.medion.co.id).

    Read More »