info terkini

loading...

Lama Kualitas Vitamin setalah dicaampur air, dan apakan bahanya



pertanyaan
Berapa lama vitamin yang telah kita campur dengan air kualitasnya masih baik?

Jawab :
Vitamin yang telah dicampur dalam air dapat bertahan maksimal 4-6 jam, setelah waktu itu stabilitas zat aktifnya akan menurun. Hal ini karena vitamin tidak stabil dan dapat dipengaruhi oleh suhu panas dan udara sekitar (oksigen). Agar vitamin memberikan efek yang optimal maka perlu memperhatikan :

  • Berikan larutan vitamin yang selalu segar ke ayam. Larutan yang segar juga akan menarik ayam untuk segera minum, sehingga larutan cepat habis dan diharapkan manfaat vitamin akan segera terlihat

  • Tempat minum ayam jangan sampai terkena sinar matahari atau panas brooder (pada masa awal pemeliharaan) langsung

  • Simpan vitamin ditempat yang kering, tertutup rapat dan terhindar dari panas atau sinar matahari langsung


Info Medion Edisi Juni 2011
Artikel bersumber dari Info Medion Online (http://info.medion.co.id).

0 komentar:

Penanganan Cacar pada ayam petelur yang benar


Pertanyaan Bapak Andi Sukry
Bagaimana cara penanganan dan pencegahan penyakit cacar yang efektif pada ayam? Apakah dengan menggunakan desinfektan Antisep yang disemprotkan pada kandang ayam dan dioleskan pada luka cacar, maka penyakit akan sembuh dan tidak menular ke ayam lain?

Jawab:
Pemakaian antiseptik/desinfektan seperti Antisep untuk menangani ayam yang terkena cacar (fowl pox), terutama cacar bentuk kering, sudah benar. Namun, upaya tersebut tidak menjamin ayam bisa segera sembuh dan cacar tidak menular ke ayam lain (terutama jika kondisi sudah parah), karena pada dasarnya penyakit yang disebabkan oleh virus sampai saat ini belum ada obatnya, termasuk juga penyakit cacar.
Meski demikian, agar kondisi ayam yang terserang cacar bisa cepat membaik (tidak bertambah parah) dan ayam lain tidak tertular, maka lakukan beberapa hal berikut ini:
  • Pisahkan atau isolasi ayam yang kondisi serangan cacar nya sudah cukup parah.
  • Sebelum keropeng/bungkul-bungkul/luka cacar diolesi dengan antiseptik (Antisep/CIL), sebaiknya luka atau keropeng tersebut dikerok terlebih dahulu. Khususnya jika jumlah ayam yang terkena cacar relatif sedikit. Tujuannya agar obat dapat kontak langsung dengan agen penyakit.
  • Semprot kandang dan cuci peralatan kandang dengan desinfektan (Antisep atau Neo Antisep) lebih sering saat wabah cacar terjadi, misalnya 2-3 kali seminggu. Hal ini untuk mengurangi tantangan agen penyakit yang ada di sekitar ayam.
  • Jika serangan cacar masih awal dan ringan, maka lakukan vaksinasi dengan Medivac Pox untuk melindungi ayam lain yang belum terinfeksi.
  • Tingkatkan stamina tubuh ayam dengan memberikan multivitamin seperti Vita Stress atau Fortevit.

Ke depannya, untuk mencegah cacar mewabah di periode pemeliharaan ayam selanjutnya, berikut tindakan yang bisa diambil:
  • Lakukan vaksinasi menggunakan Medivac Pox setelah ayam berumur 10 minggu atau sesuaikan dengan sejarah terjadinya penyakit di farm. Vaksinasi paling lambat dilakukan maksimal 2-3 minggu sebelum umur serangan penyakit.
  • Lakukan penyemprotan kandang dan sanitasi peralatan kandang dengan desinfektan Antisep minimal 1 minggu sekali.
  • Pastikan kandang bebas dari nyamuk, karena nyamuk bisa berperan sebagai vektor pembawa penyakit cacar. Caranya dengan meminimalkan adanya semak-semak serta genangan air yang menjadi sarana berkembang biak nyamuk.


Info Medion Edisi Desember 2013
Artikel bersumber dari Info Medion Online (http://info.medion.co.id).

0 komentar:

Penyakit yang menyerang ayam dengan gejala dari saluran pernapasan keluar lendir bening dan kadang disertai bercak darah serta ayam tidur dengan menjulurkan kepala

Pertanyaan Bapak Fuad Masduki
Penyakit apa yang menyerang ayam dengan gejala dari saluran pernapasan keluar lendir bening dan kadang disertai bercak darah serta ayam tidur dengan menjulurkan kepala? Bagaimana cara mengatasi penyakit ini? Selama ini saya selalu memberikan Neo Meditril apabila terjadi kasus tersebut.


Jawab:
Dalam menentukan diagnosa yang tepat dibutuhkan informasi yang lebih banyak selain dari gejala klinis, misalnya dengan melihat perubahan patologi anatomi ayam yang dapat dilakukan melalui bedah bangkai. Pada kasus-kasus tertentu, perlu juga dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk membantu meneguhkan diagnosa. Dilihat dari gejala klinis yang Bapak sampaikan, ada 2 jenis penyakit dengan gejala yang hampir mirip, yaitu infectious laryngotracheitis (ILT) dan malaria like.
ILT merupakan penyakit menular pada unggas yang menimbulkan gangguan terutama pada saluran pernapasan. Penyakit ini dapat menyerang ayam pada semua umur. Pada bentuk perakut, ayam yang terserang ILT dapat mati secara mendadak atau tiba-tiba sesak napas dengan beberapa kali batuk dan mengeluarkan eksudat berupa lendir yang bercampur darah atau titik-titik darah, diikuti kematian pada 1-3 hari kemudian.
Pada bentuk akut, ayam terlihat sesak napas tetapi tidak secara tiba-tiba, menjulurkan leher, terengah-engah, paruh terbuka dan bersin-bersin, kadang terlihat adanya kotoran di hidung, conjunctivitis, mata berair dan keluar air mata serta jengger mengalami cyanosis (kebiruan).

ayam ILT,ayam menjulurkan leher

Adapun pada bentuk ringan, akan terlihat batuk ringan, ayam mengibaskan kepalanya, mengeluarkan eksudat dari hidung dan mata,conjunctivitis dan mata berair. Pada saat dilakukan bedah bangkai, perubahan yang paling jelas dapat terlihat pada trakhea. Trakhea berisi lendir kental bercampur darah karena terjadi perlukaan pada bagian mukosanya. Pada kasus kronis yang parah, akan ditemukan massa perkejuan yang menyebabkan penyumbatan pada trakhea.
perkejuan pada trakea ayam
Adapun malaria like (leucocytozoonosis) merupakan penyakit pada unggas yang disebabkan oleh parasit darah (Leucocytozoon sp.). Ayam pada semua umur dapat terserang malaria like. Gejala klinis yang dapat ditemukan pada ayam yang terserang penyakit ini adalah feses berwarna hijau, depresi, hilang nafsu makan, batuk darah, sesak napas dan terjadi kelumpuhan yang diikuti dengan kematian.

malaria like, ayam terkena malaria like


Pada saat dilakukan bedah bangkai akan ditemukan bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan pada hampir seluruh organ dalam tubuh (hati, paru-paru, limpa, thymus, ginjal, pankreas, usus, proventrikulus, bursa Fabricius, otak, otot dada dan otot paha), dan pada rongga perut juga saluran pernapasan atas sering dijumpai adanya gumpalan darah.
Penyakit ILT disebabkan oleh virus sehingga sampai saat ini tidak ada obatnya. Namun, untuk mencegah infeksi sekunder dan menekan angka kematian dapat dilakukan beberapa hal berikut:
  1. Pisahkan ayam yang terlihat sakit dari ayam yang masih sehat. 
  2. Berikan antibiotik seperti Neo MeditrilDoxyvet atau Therapy untuk mencegah infeksi sekunder. Untuk kasus ILT, pemberian Neo Meditrilyang telah Bapak lakukan sudah benar.
  3. Berikan terapi suportif seperti Vita Stress atau Fortevit untuk meningkatkan kondisi dan stamina ayam.
  4. Atur populasi ayam dalam kandang agar tidak terlalu padat, litter jangan sampai berdebu dan terlalu lembab, serta ventilasi kandang cukup.
  5. Lakukan desinfeksi kandang secara rutin setiap hari menggunakan Antisep atau Neo Antisep.
  6. Lakukan desinfeksi peralatan kandang menggunakan Medisep dan air minum menggunakan Desinsep.
  7. Jika umur masih muda dan tingkat kesakitan ≤ 20% (serangan masih awal) dapat dipertimbangkan untuk melakukan vaksinasi ILT dengan Medivac ILT melalui tetes mata.
Adapun untuk menangani penyakit malaria like dapat dilakukan melalui beberapa hal berikut:
  • Pisahkan ayam yang terlihat sakit dari ayam yang masih sehat.
  • Berikan antiprotozoa Maladex yang mengandung sulfonamid. Untuk kasus malaria like, pemberian Neo Meditril kurang tepat karena tidak efektif untuk membasmi protozoa.
  • Lakukan tahapan 3 sampai dengan 6 seperti penanganan ILT dan lakukan fogging untuk membasmi nyamuk dan minimalisir tempat-tempat yang dapat dijadikan sarang nyamuk seperti semak-semak dan tempat-tempat genangan air.
Sebagai langkah pencegahan untuk penyakit ILT dan malaria like, lakukan desinfeksi kandang dan peralatan kandang serta air minum setiap 4 hari sekali. Selain itu, perketat biosecurity dengan membatasi tamu atau hewan liar yang masuk ke lingkungan kandang, kontrol populasi ayam dalam kandang sehingga tidak terlalu padat dan atur ventilasi udara di dalam kandang sebaik mungkin. Untuk mencegah penyakit ILT dapat juga dilakukan upaya vaksinasi ILT dengan menggunakan Medivac ILT. Sementara untuk mencegah penyakit malaria like harus dilakukan fogging di sekitar lingkungan kandang secara rutin setiap 2 minggu sekali terutama di tempat-tempat yang rentan menjadi sarang atau tempat berkembang biak bagi nyamuk. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah berkembangbiaknya nyamuk yang berperan sebagai vektor penyakit malaria like.


Info Medion Edisi Januari 2013
Artikel bersumber dari Info Medion Online (http://info.medion.co.id).

0 komentar:

Cara mengobati penyakit komplikasi ND,IB, ILT, CRD ND,IB, ILT, CRD


Pertanyaan BAPAK AHMAD NURKHOLIS
Jika ayam petelur terserang penyakit komplikasi, yaitu Newcastle disease (ND), infectious bronchitis (IB), infectious laryngotracheitis(ILT) dan chronic respiratory disease (CRD). Langkah apa yang bisa dilakukan untuk menangani ayam tersebut?

Jawab :
Ayam petelur yang terserang komplikasi ke-4 penyakit menandakan bahwa prognosa atau kemungkinan untuk sembuhnya kecil.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menekan kematian yaitu melakukan seleksi dan isolasi ayam yang terserang berdasarkan tingkat keparahan penyakit. Lakukan culling pada ayam yang parah sedangkan ayam yang masih memiliki peluang sembuh dapat diisolasi dan diberikan treatment sebagai berikut :
  • Penanganan yang sebaiknya didahulukan ialah mengatasi ND dan IB. Pertimbangannya kedua penyakit ini menimbulkan efek yang lebih besar dibandingkan penyakit ILT dan CRD. ND dan IB merupakan penyakit viral sehingga penanganannya melalui revaksinasi darurat dengan Medivac ND-IB. Keberhasilan vaksinasi darurat ini sangat ditentukan dari tingkat keparahan serangan ND dan IB. Medivac ND-IBmemiliki kemampuan menggertak pembentukan antibodi protektif yang relatif cepat, sehingga diharapkan mampu meminimalkan tingkat keparahan serangan ND dan IB. Sebelum dan sesudah pemberian vaksin ini hendaknya diberikan vitamin (Vita Stress) untuk membantu meningkatkan stamina tubuh ayam
  • Hari berikutnya ayam dapat diberikan antibiotik (obat) untuk mengatasi CRD. Pilih antibiotik yang tidak memperberat kerja ginjal (hindari obat yang mengandung antibiotik golongan aminoglikosida dan sulfonamida) dan tidak mengganggu kerja vaksin. Obat yang dapat diberikan pada kasus ini antara lain Proxan-C, Doxyvet atau Vita Tetra Chlor. Obat ini hendaknya diberikan sesuai dengan dosis dan aturan pakai, jangan berlebihan. Agar pengobatan optimal maka pemberian obat dilakukan minimal 2 x pemberian dalam sehari yaitu pagi (07:00-12:00) dan siang (12:00-17:00) dan malam harinya diberikan vitamin (Vita Stress). Obat yang telah dilarutkan dalam air minum sebaiknya habis dikonsumsi maksimal dalam waktu 6 jam agar potensi obat tetap optimal.
  • Penanganan ILT dilakukan terakhir kali dengan melakukan revaksinasi ulang menggunakan Medivac ILT. Vaksinasi ulang ILT hendaknya dilakukan 1-2 minggu setelah revaksinasi ND dan IB untuk meminimalkan reaksi post vaksinasi.

Selama treatment ke-4 penyakit tersebut sebaiknya didukung dengan penerapan tata laksana pemeliharaan yang baik, seperti menciptakan suasana kandang yang nyaman (suhu, kelembaban dan aliran angin yang sesuai), memberikan ransum dengan jumlah dan kandungan nutrisi yang sesuai. Selain itu, biosecurity yang bertujuan menurunkan tantangan bibit penyakit perlu dilakukan secara ketat. Batasi pergerakan atau perpindahan personil antar kandang agar penyakit ini tidak menyebar ke seluruh kandang. Penyemprotan dengan desinfektan juga bisa dilakukan untuk menurunkan konsentrasi bibit penyakit yang berada di dalam kandang. Desinfektan yang bisa dipilih ialah Antisep, Neo Antisep atau Medisep.
Dan yang terakhir perlu sekiranya dilakukan evaluasi terhadap program vaksinasi ND, IB maupun ILT yang sebelumnya diterapkan. Evaluasi ini dapat dilakukan terhadap jadwal pelaksanaan vaksinasi dan juga teknik aplikasi vaksin.
Pada periode pemeliharaan berikutnya vaksinasi ND dan IB bisa dilakukan secara terpisah maupun bersamaan (memakai vaksin gabungan ND dan IB), seperti Medivac ND-IB dan Medivac ND-IB Emulsion. Jika menggunakan vaksin ND dan IB aktif, seperti Medivac ND La Sota atau Medivac ND-IB maka waktu vaksinasinya dilakukan 2-3 minggu sebelum waktu serangan atau kasus. Namun jika memakai vaksin inaktif (Medivac ND Emulsion, Medivac ND-IB Emulsion), waktu vaksinasi dilakukan 3-4 minggu sebelum serangan penyakit ini. Vaksin ILT,Medivac ILT diberikan pada 2-3 minggu sebelum waktu serangan penyakit. Sedangkan obat CRD hendaknya diberikan pada saat ayam rentan terserang penyakit pernapasan ini, misalnya saat pergantian musim dan juga musim penghujan. Saat ayam petelur telah memasuki masa produksi, sebaiknya dilakukan pemantauan titer antibodi secara rutin, misalnya 1 bulan sekali, khususnya untuk penyakit penurun produksi telur (ND, IB, AI dan EDS). Tujuannya agar waktu revaksinasi bisa ditentukan lebih tepat.


Info Medion Edisi Juli 2009
Artikel bersumber dari Info Medion Online (http://info.medion.co.id).

0 komentar:

Faktor Kekerdilan pada ayam serta penanganan yang tepat

Bapak Edie Wibowo
  • Apakah selenium (Se) dan apa fungsinya terkait dengan pertumbuhan ayam?
  • Faktor apa saja yang dapat menyebabkan kekerdilan dan apakah ada hubungan antara pemberian selenium dengan penanganan kasus kekerdilan?
 Jawab :
  • Selenium merupakan salah satu mineral mikro atau mineral yang diperlukan dalam jumlah kecil, namun penting (essensial) untuk mendukung pertumbuhan ayam
Selenium (Se) bisa ditemukan dalam bentuk organik maupun anorganik. Pemberian selenium dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk mencegah stres oksidatif, mendukung fungsi kelenjar tiroid (yang menghasilkan hormon tiroksin untuk pertumbuhan dan perkembangan) maupun berperan menjaga immunocompetence (kekebalan tubuh). Selain itu selenium juga berfungsi meningkatkan daya tahan terhadap penyakit, menurunkan angka kematian dan meningkatkan pertambahan berat badan.
Meskipun demikian pemberian selenium yang melebihi dosis dapat meracuni tubuh ayam (selenosis). “Alkali disease” menjadi sebutan untuk keracunan selenium yang terjadi dalam waktu yang lama sedangkan jika keracunan selenium terjadi secara akut, penyakitnya disebut “blind staggers”. Gejala yang ditunjukkan saat terjadi keracunan selenium ialah gangguan pencernaan, badan lesu, gangguan saraf (paralisis) dan pada tingkat yang parah dapat menyebabkan kerusakan pada hati, gangguan pernapasan maupun kematian.
 
  • Kekerdilan pada ayam dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya :
  1. Genetik, yaitu kekerdilan yang disebabkan oleh infeksi virus Reo virus, Picorna virus, Calici virus, Adeno virus, Parvo virus, Rota virus, Toga virus, Corona virus dan Enterolike virus yang dapat menular secara vertikal, sehingga jika induk ayam pernah terkena penyakit kekerdilan kemungkinan anaknya dapat tertular
  2. Serangan penyakit, yaitu selain penyakit pada point 1, penyakit viral (ND, Gumboro dan Mareks), penyakit bakterial (korisa, CRD) dan penyakit parasit (koksidiosis) juga dapat memicu kekerdilan pada ayam
  3. Kesalahan tata laksana pemeliharaan, seperti kepadatan kandang yang berlebih, brooding yang kurang tepat maupun kualitas dan distribusi ransum yang kurang baik
 
Akibat terjadinya kekerdilan, pertumbuhan ayam menjadi terganggu. Selain itu kondisi tubuh ayam juga turun (sakit) serta sel-sel tubuh ayam mengalami kerusakan akibat pemakaian zat-zat cadangan (seperti asam amino) yang diperlukan guna meningkatkan ketahanan tubuh ayam dan memperbaiki sel-sel rusak. Oleh karenanya diperlukan pemberian antioksidan seperti vitamin E dan C, selenium atau carotenoids untuk mengurangi kerusakan sel-sel. Jika dilihat dari fungsi selenium diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa selenium sangat berkaitan erat sebagai anti-oksidan bahkan dapat berfungsi sebagai immunomodulatory (menggertak kekebalan tubuh).
 
Pemberian selenium sesuai dosis anjuran dapat menjaga agar metabolisme dalam tubuh ayam tetap optimal dan ketahanan tubuh ayam selalu terjaga sehingga diharapkan pertumbuhan ayam dapat berjalan dengan optimal dan ayam tidak mengalami kekerdilan. Agar fungsi selenium tersebut bisa optimal perlu didukung dengan manajemen pemeliharaan ternak yang baik.
 
Selain dengan pemberian selenium, agar kasus kekerdilan dapat dicegah secara optimal perlu didukung dengan :
  1. Seleksi DOC dengan seksama untuk mendapatkan ayam dengan berat badan seragam dan sesuai standar, sehat, lincah, tidak cacat dan bebas problem tali pusar
  2. Berikan ransum dengan kualitas yang baik dan perhatikan distribusi tempat ransumnya
  3. Terapkan tata laksana pemeliharaan secara benar, terutama pada saat masa brooding
  4. Jika perlu berikan antibiotik (Neo Meditril, Koleridin atau Therapy) secara berkala untuk mencegah infeksi sekunder oleh bakteri
 
Penanganan kekerdilan tidak cukup hanya dengan pemberian selenium tetapi perlu disesuaikan dengan faktor penyebabnya dan dilakukan secara komprehensif (menyeluruh). Tata laksana pemeliharaan perlu dilakukan secara tepat, seperti ayam kerdil dianjurkan dipelihara secara terpisah untuk mencegah penularan penyakit dan memudahkan perawatan. Untuk kasus kekerdilan yang disebabkan serangan penyakit korisa, CRD dan koksidiosis yang dapat dapat diatasi dengan memberikan Therapy, Vet Strep, Antikoksi atauTrimezyn.
 

 
 

Info Medion Edisi November 2008
Artikel bersumber dari Info Medion Online (http://info.medion.co.id).

0 komentar:

Benarkah Asam Amino mempengaruhi pertumbuhan rangka agar dapat bertahan dari serangan penyakit?



Pertanyaan : Ibu Bernardemilia 
Benarkah ayam umur 1-7 hari membutuhkan asam amino guna membantu pertumbuhan rangka agar dapat bertahan dari serangan penyakit? Seandainya benar, jenis obat apa yang mengandung asam amino yang aman untuk ayam umur tersebut?

Jawab :
Ya, ayam umur 1-7 hari membutuhkan asam amino terutama lisin untuk membantu pertumbuhan rangka. Secara anatomi, kerangka ayam berfungsi sebagai penopang tubuh sehingga pertumbuhan yang tidak optimal menyebabkan struktur tubuh menjadi tidak optimal. Sebagai contoh pada ayam pedaging modern sekarang ini, pertumbuhan kerangka tubuhnya tidak sejalan dengan pertumbuhan berat badannya. Akibatnya sering ditemui ayam dewasa mengalami kelumpuhan. Lisin merupakan asam amino esensial yaitu asam amino yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh sehingga harus ditambahkan melalui ransum. Lisin mempunyai kemampuan untuk membantu penyerapan kalsium (Ca) yang dibutuhkan dalam pembentukan tulang.


Selain berfungsi sebagai penopang tubuh, di dalam tulang (terutama tulang panjang, red) terdapat sumsum tulang yang merupakan salah satu organ limfoid (organ pembentuk kekebalan tubuh,red). Lisin memiliki peran dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sebagaimana kita ketahui bahwa ketersediaan lisin yang cukup dapat meningkatkan level Ig M dan Ig G yang menentukan level/titer antibodi. Lisin juga digunakan untuk memelihara sistem kekebalan dan sintesa imunoglobulin yang disekresikan lewat mukosa usus.

Ransum ayam sebagian besar tersusun atas bahan baku ransum berupa biji-bijian, seperti jagung dan bungkil kedelai yang notabene kadar asam aminonya kurang ideal. Hal inilah yang mendasari diperlukannya suplementasi asam amino. Biasanya di dalam ransum juga telah mengandung asam amino essensial seperti lisin dengan jumlah yang masih terbatas. Asam amino ini dapat diperoleh dari pemberian vitamin yang mengandung asam amino seperti Neobro, Broiler vita atau Aminovit. Namun demikian, pemberian multivitamin dan asam amino saja tidak cukup untuk mencegah terjadinya outbreak penyakit. Perlu dilakukan praktek manajemen pemeliharaan secara menyeluruh meliputi tata laksana pemeliharaan yang baik sampai biosekuriti dan vaksinasi.

Silakan tulis dikolom komentar di bawah   jika ingin betanya.


Info Medion Edisi Desember 2010
JArtikel bersumber dari Info Medion Online (http://info.medion.co.id).

0 komentar:

INFO

loading...