• Boleh dilirik tak boleh tertarik

  • lautan kau seberangi, gunung kau daki, mesjid kau lewati

  • kebersihan sebagian dari iman

  • jangan pernah tinggalkan akal mu, jika kamu ingin mendahulukan perasaan



CARA MENYIMPAN BAHAN PAKAN

0 komentar

Ini maksudnya adalah cara pengaturan dalam penyimpanan stock bahan baku pakan dan pakan jadi yang sudah dicampur (mix). Perlakuaan untuk kedua tipe penyimpanan ini agak berlainan.

Di gudang penyimpanan bahan baku ransum, pergunakan pallet/papan kayu sebagai alas karung bahan pakan, letaknya jangan menempel tembok, beri jarak minimal 30cm. Tinggi pallet 10 cm dari lantai dan ketebalan papan minimal 3 cm.

Tata letak karung pakan ini usahakan tidak menghambat jalur aliran udara. Makanya harus di beri ruang buat jalan dan aliran udara selebar minimal 1 meter, di samping juga buat memudahkan pengambilan bahan pakan. Ketinggian penumpukan karung bahan pakan 5 sap saja, jika mau ditumpuk lagi maka di atasnya perlu di beri pallet lagi, baru di tumpuk 5 sap lagi ke atas. Dibuat berderet-deret menyesuaikan dengan luas gudang.


Prinsip “first in first out” ( FIFO ), harus benar benar di perhatikan, barang yang lebih dulu masuk maka dia juga harus terlebih dahulu keluar. Agar tidak terjadi barang datang duluan malah keluarnya belakangan ini bisa mengakibatkan kualitas nutrisi bahan pakan di kuatirkan sudah menurun, bukannya ini merupakan sebuah kerugian?

Suhu dan kelembaban dalam gudang adalah 30-34 derajat celcius dengan kelembaban jangan lebih dari 70%. Karung sak pakan hanya boleh di pakai 1 kali saja, tidak boleh di pakai berulang, dikuatirkan bibit jamur telah menempel pada karung yang bisa mempercepat cemaran jamur.


Usahakan karung stock bahan pakan tidak terkena sinar matahari secara langsung, air hujan, dan tidak di campur dengan benda yang mengeluarkan bau dalam satu ruangan, seperti peptisida.

Kontrol lama penyimpanan ransum pakan yang sudah di-mix dalam bentuk “mash” (tepung), crumble atau pun pellet dalam gudang adalah 21-30 hari. Jika melewati masa 21-30 hari maka pakan akan mengalami degradasi mutu pakan. Usahakan untuk menyimpan pakan tidak lebih dari 14 hari.

Hambatan Penyimpanan Dalam Gudang :
1. Kualitas bahan baku, bahan yang berasal dari tempat yang berlainan memiliki kualitas nilai nutrisi yang juga berbeda beda. Kesuburan tanah, pemupukan dan cara pengolahan masa tanam serta metode saat panen sangat berpengaruh. Tingkat kekeringan bahan pasca panen saat akan di simpan harus di kisaran 10-12%, tingkat kekeringan 16% masih memungkinkan tumbuhnya jamur.


2. Tumbuhnya jamur penghasil racun Mikotoksin, factor pemicunya adalah kelembaban dan tingkat kadar air di kisaran 16%.

Jenis-jenis Mikotoksin :
Jamur Aspergillus flavus, A. paransiticus, menghasilkan racun mikotoksin bernama Aflatoksin, biasanya tumbuh pada bahan pakan jagung, biji kapuk, kacang kedelei.
Jamur Aspergillus ochraceus, A. nigri, A. verrucosum menghasilkan racun mikotoksin Ochratoxin A, biasanya tumbuh pada bahan pakan gandum, barley, oats dan jagung.

Jamur Fusarium Graminearum, F. culmorum, menghasilkan racun Trichothecenes, biasanya pada bahan pakan jagung, gandum dan barley.

Jamur Fusarium graminearum, menghasiklan racun mikotoksin yang bernama Zearalenone, pada bahan pakan jagung, gandum, barlry, rumput.
Jamur Fusarium verticilloides, menghasilkan racun mikotoksin yang bernama Fumonisin, pada bahan pakan jagung.

Jamur Fusarium miniliformin, menghasilkan racun mikotoksin yang bernama Moniliformin, pada bahan pakan jagung.

Jamur Penicillium roqueforti, menghasilkan racun mikotoksin yang bernama PR Toxin, Patulin, biasanya pada bahan pakan silase, rumput.


PEMBERIAN BAHAN PENGHAMBAT JAMUR
Mold Inhibitors Asam Organic, asam propionate, sering kali digunakan sebagai penghambat jamur. Bahan pakan sudah terkontaminasi jamur, harus dibuang.

Penambahan “toxin binder”, pengikat mikotoksin, pada ransum pakan seperti Zeolit, Bentonit, Hydrate Sodium Calcium Aluminosillicate (HSCAS), atau antioksidant seperti Butyrated Hidroxy Toluene BHT, vitamin E dan selenium.


Read More »

AZOLLA

0 komentar

Potensi Azolla (Azolla Pinnata) Sebagai Pakan Berbasis Lokal

Oleh: Marhadi
Kebutuhan para peternak akan pemenuhan pakan ternak membuat pemerintah berupaya melakukan impor bahan pakan diantaranya jagung, kedelai, tepung ikan dan lain sebagainya sehingga lambat laun harganya semakin mahal dan para peternak tidak bisa menutupi output yang semakin besar yang akan dikeluarkan. Hal itu tercermin pada saat terjadi resesi ekonomi pada tahun 1997 dimana banyaknya jumlah para peternak yang tidak bisa meneruskan usaha peternakannya dan terpaksa harus menutup usahanya tersebut akibat melonjaknya harga pakan import.

Sebagai alternatif yang bisa memecahkan persoalan mengenai pakan, kita didorong untuk berpikir kreatif dan berusaha menggali serta mendayagunakan segala potensi yang ada guna memecahkan persoalan tersebut diantaranya dengan memanfaatkan potensi pakan lokal sebagi pakan ternak. Pakan lokal tersebut tentu saja harus memenuhi kriteria baik ditinjau dari aspek nutrisi, ekonomi, sosial budaya, dan haruslah pula memperhatikan tingkat keberlanjutannya sehingga dapat menjadi sumber bahan pakan yang terus tersedia, murah, mudah didapatkan, tidak menimbulkan polusi, dan masih sesuai dengan budaya masyarakat, sehingga nantinya mudah untuk diterima dikalangan masyarakat tersebut.

Bahan baku pakan lokal atau alternatif adalah sumber bahan pakan yang keberadaannya berada di Indonesia dan berada di sekitar masyarakat peternak yang jumlahnya sumber bahan pakan tersebut bisa memenuhi sebagai sumber bahan pakan. Sumber bahan pakan lokal tersebut salah satu diantaranya adalah tanaman Azzolla yang keberadaannya sering dijumpai di lingkungan masyarakat, terutama terdapat di tanaman padi sawah. Tanaman ini dapat digunakan sebagai pupuk hijau (PUJO), pakan ternak seperti pseudo-ruminansia (kelinci, kuda dll), ternak ruminansia (kambing, sapi, domba, dll), ternak non ruminansia (ayam, bebek, itik, puyuh, angsa dll), monogastrik (babi) dan dapat pula dimanfaatkan sebagi pakan ikan (lele, patin, nila, bawal, gurami dll).

Azolla adalah jenis tumbuhan paku air yang mengapung, banyak terdapat di perairan yang tergenang terutama di sawah-sawah dan di kolam. Mempunyai permukaan daun yang lunak, mudah berkembang dengan cepat dan hidup bersimbosis dengan Anabaena azollae yang dapat memfiksasi nitrogen (N2) dari udara. Azolla pinnata merupakan tumbuhan kecil yang mengapung di air, terlihat berbentuk segitiga atau segiempat. Azolla berukuran 2-4 cm x 1 cm, dengan cabang, akar rhizoma dan daun terapung. Akar soliter, menggantung di air, berbulu, panjang 1-5 cm, dengan membentuk kelompok 3-6 rambut akar. Daun kecil, membentuk 2 barisan, menyirap bervariasi, duduk melekat, cuping dengan cuping dorsal berpegang di atas permukaan air dan cuping ventral mengapung.

Di Indonesia, Azolla dikenal dengan nama mata lele, sedangkan nama lokal azolla adalah mata lele (Jawa), kayu apu dadak, kakarewoan (Sunda). Keberadaannya secara alami memang melimpah, namun tidak mendapat perhatian yang baik.


Tanaman Azolla tersebar luas di daerah persawahan padi, tumbuh di permukaan air, cepat dapat menutup permukaan air, namun tidak mengganggu pertumbuhan padi. Azolla tumbuh cepat, produksinya tinggi dan tersedia sepanjang tahun sehingga potensial sebagai bahan pakan kelinci, yang dapat diberikan segar maupun dalam bentuk kering.


Berdasarkan hasil penelitian SASKIARDI (1986), Azolla dapat digunakan sebagai pengganti kacang hijau dalam ransum kelinci lokal sampai sebanyak 10%, tanpa mempengaruhi bobot badan, maupun persentase karkasnya. Pertambahan bobot hidup harian yang diperoleh dari penggantian kacang hijau dengan Azolla sebanyak 2,5, 5, 7,5 dan 10% berturut-turut 11,64, 9,29, 8,71 dan 6,85 g dengan persentase karkas sebesar 49,69, 52,28, 54,07 dan 50,69%. Penelitian lain menggunakan Azolla microphylla yang dibuat konsentrat protein daun (KPD) sebagai sumber lisin alami untuk kelinci telah dilakukan oleh LESTARI, et al. (1997).

Azolla sangat kaya akan protein, asam amino penting, vitamin (vitamin A, vitamin B12 dan beta- carotene), perantara penyelenggara pertumbuhan dan mineral seperti kalsium, fosfor, kalium, besi, tembaga, magnesium dan lain lain.

Pada keadaan kering mengandung 25-35 persen protein, 10-15 persen mineral dan 7-10 persen asam amino, unsur bio-active dan bio-polymers. Karbohidrat dan kadungan lemak azolla sangat rendah. Komposisi bahan gizinya membuat Azolla sebagai bahan pakan yang efektif dan efisien untuk ternak. Karena ternak dengan mudah mencerna Azolla, oleh karena berhubungan dengan kandungan proteinnya yang tinggi dan kandungan lignin yang rendah, dan pertumbuhan ternak lebih cepat. Selain itu adalah mudah dan ekonomi untuk dikembangbiakkan (P. Kamalasanana Pillai, et al. 2002).

Protein kasar yang ditemukan oleh Sreemannaryana et Al. ( 1993) dan Subudhi Dan Singh ( 1977); Fujiwara et Al. ( 1947). Singh ( 1977) melaporkan bahwa protein kasar pada Azolla berubah-ubah dari 25-37 persen.


Kandungan estrak eter Azolla adalah 3.47 persen. Meskipun demikian komposisi dapat berubah-ubah, tetapi hasil serupa telah dilaporkan oleh Subudhi& Singh ( 1977) dan Sreemannaryana et Al. ( 1993). Tetapi variasi pada nilai ekstrak eter telah dilaporkan oleh Ali Dan Lesson ( 1995) dan Querubin et Al. (1986B). Mereka menemukan 1.58 dan 2.63 persen ekstrtak eter. Pada sisi lain, Buckingham et Al. ( 1978) dan Fujiwara et Al. ( 1947) melaporkan bahwa kandungan ekstrak eter pada azolla adalah 5.1 dan 4.4 persen. Tingkatan serat kasar tepung Azolla adalah 15,71 persen. Hasil tersebut serupa dengan pengamatan Querubin et Al. ( 1986B) mengenai Azolla Pinnata.


Dari berbagai penelitian tersebut sudah semakin nyata bahwasanya Azolla memiliki potensi untuk dimanfaatkan dan dikembangkan di Indonesia sebagai sumber bahan pakan apabila dilihat dari kandungan nutriennya, kemampuan berkembang biaknya dan kegunaannya sebagai bahan pakan dapat meningkatkan bobot potong kelinci. Dengan demikian dibutuhkan penelitian lebih lanjut terhadap pemanfaatan Azolla sebagai pakan ternak, misalnya campuran ransum ayam, babi, sapi domba atau kambing.


Read More »

PERINGATAN.........!!!

0 komentar


Sekali lagi saya mengingatkan bahwa, setiap perubahan jenis pakan, dari pakan konvensional (lama) ke pakan fermentasi (baru), harus atau wajib dilakukan secara bertahap. Setiap tahap perlu waktu 2-3 hari.

Misal :
> Pakan lama 75% + pakan baru 25% ---> 3-4 hari.

> Pakan lama 50% + pakan baru 50% ---> 3-4 hari.
> Pakan lama 25% + pakan baru 75% ---> 3-4 hari.



Selanjutnya pakan lama 0% + pakan baru 100%.
Yang membutuhkan masa adaptasi secara bertahap adalah mikro organisme (mikroba) probiotika di dalam rumen ternak. Tidak bisa terima perubahan secara drastis. Bila dilakukan perubahan jenis pakan secara mendadak, resikonya mikrobanya stres dan bisa berakibat mati. Peternak tidak bisa menghidupkan mikroba yang terlanjur mati.

Akibat dari perubahan jenis pakan yang mendadak, yang sering terjadi adalah mencret. Mencretnya gak masalah. Dehidrasinya yang membahayakan bagi ternak dan bisa berakibat fatal alias mati.

Demikian peringatan ini disampaikan agar menjadi pelajaran berharga

.

Read More »

POTENSI USAHA DALAM KONTES

0 komentar

Kontes Kambing Kaligesing Diikuti Lebih 1.000 Peserta.

"Terus lah bekerja. Gak usah berharap pada negara".
Bank Indonesia (BI) DIY mendorong peningkatan pariwisata melalui pembinaan terhadap Kampung Ternak Kambing Nganggring, Girikerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Hal ini salah satunya dilakukan melalui penyelenggaraan Kontes Kambing Kaligesing 'Piala Raja 2018', Ahad (23/9). Kegiatan ini menyerap hingga lebih dari 1.000 peserta dan pengunjung dari seluruh penjuru wilayah di Yogyakarta maupun nasional.
“Kampung Ternak Nganggring dapat menjadi contoh sukses keberhasilan pengelolaan klaster kambing secara end to end process yang menghasilkan ternak yang berkualitas tinggi, serta mendorong alternatif wisata edukasi di sektor peternakan, pertanian, dan diversifikasi produk turunan,” kata Kepala Perwakilan BI DIY, Budi Hanoto.

Menurutnya, ternak mandiri Nganggring yang terdiri dari peternakan kambing Peranakan Etawa (PE), home industry pengolahan susu kambing PE, dan perkebunan salak merupakan potensi pariwisata baru dari Padukuhan Nganggring yang ditawarkan kepada masyarakat.
Budi menjelaskan, terbentuknya Kampung Ternak Kambing Nganggring diawali dari pembinaan terhadap Kelompok Tani Ternak Mandiri Nganggring yang merupakan salah satu penerima manfaat program local economic development (LED) BI DIY sejak 2016.

"Hal ini merupakan wujud sumbangsih BI DIY dalam memajukan sektor peternakan dan pariwisata melalui pemberdayaan masyarakat guna mendorong peningkatan kesejahteraan, khususnya di Kabupaten Sleman," ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan Kampung Program LED yang dilakukan BI DIY dilaksanakan melalui pendekatan klaster mulai dari hulu hingga ke hilir, serta diawali dengan need assesment kelompok. Sehingga pembinaan yang dilakukan dapat sesuai dengan kebutuhan dari Kelompok Tani Ternak Mandiri Nganggring.

Adapun beberapa contoh program yang sudah dilaksanakan sejak 2016. Antara lain peningkatan kompetensi petani/peternak melalui penyelenggaraan Sekolah Ternak dalam rangka perbaikan kualitas produksi, dan pendampingan kelembagaan.

Kemudian, peningkatan kemandirian petani dalam pembuatan pakan ternak dan pengolahan limbah ternak, pemenuhan kebutuhan infrastruktur melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), antara lain bangunan rumah kuliner, rumah pakan, rumah pupuk, laboratorium starter MA 11, rumah pengolahan susu kambing, perlengkapan outbound, dan bangunan untuk koperasi Kelompok Tani Ternak Mandiri.

Ada pula pendampingan diversifikasi produk susu kambing dan pengelolaan usaha outbound untuk memperlama masa tinggal wisatawan, serta pendampingan dari aspek pemasaran, antara lain fasilitasi pameran dan penyelenggaraan berbagai event.

Saat ini, lanjut dia, kegiatan bisnis yang dijalankan Kelompok Tani Ternak Mandiri Nganggring telah menunjukkan peningkatan yang relatif signifikan. Hal ini ditandai adanya Integrated Farming System antara peternakan kambing dengan perkebunan salak, sehingga tidak hanya melakukan kegiatan beternak kambing secara komunal.

Menurutnya, keberhasilan BI DIY dalam membina Kelompok Tani Ternak Mandiri Nganggring tidak terlepas dari dukungan sinergi dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman. "Diharapkan ke depannya, koordinasi yang baik dengan Pemkab Sleman dan pihak-pihak terkait dapat mendorong terciptanya Padukuhan Nganggring menjadi salah satu objek wisata edukasi pilihan keluarga yang dikenal luas hingga ke seantero negeri,” kata Budi.

Kata kuncinya "mandiri".

Read More »

PROLAPSUS UTERI

0 komentar

baca juga artikel tentang retensi plasenta

Manusia (wanita), posisi tubuhnya vertikal, berdiri di atas 2 kaki, tidak atau jarang terjadi prolapsus uteri.
Sapi (betina), posisi tubuhnya horisontal, mendatar, beridiri di atas 4 kaki, mudah atau sering terjadi kasus prolapsus uteri.


Mengapa?
Silakan baca artikel P. Deddy Fachruddin Kurniawan di bawah ini.

PROLAPSUS
Dari sekian banyak artikel yang pernah saya baca, seminar yang saya ikuti, tidak ada yang secara spesifik bisa menjelaskan apa yang secara spesifik menyebabkan prolapsus.

Prolapsus bisa terjadi pada hewan jantan maupun betina, pada sapi, kambing, kuda, domba, kerbau dan sebagainya. Kalo jantan biasanya prolapsus pada rektum/anus. Kalo betina biasanya terjadi pada uterus/rahim. Tentu saja bisa sebagian bisa keseluruhan.
Bagi sebagian besar peternak, ini kejadian mengerikan. Bagi sebagian Tukang Jagal, ini berkah. Dokter Hewan ketiban sampur nya. Bagi sebagian yang lain, ini biasa saja...

Yang pasti prolapsus ini terjadi ketika hewan merejan dan penjelasan yang paling masuk akal adalah begini :


1. Ketika merejan, syaraf yang bertugas menutup otot sphynter (otot pada lubang) tidak berfungsi dengan baik karena kekurangan/defisiensi kalsium-magnesium. Kalsium adalah mineral utama yang bertugas menyambung komunikasi antar sel syaraf.

2. Ketika merejan, hewan tidak bisa "nge-REM" karena kekurangan/defisiensi energi untuk melakukan pengereman dan menutup otot sphyncter.

3. Mungkin memang bawaan lahir, genetik.
Jadi, sangat penting untuk memastikan suplai kalsium-magnesium cukup. Sertakan mineral mikro sebagai pelengkap utamanya. Sangat penting untuk memastikan stock energi juga cukup, terutama pada masa akhir kebuntingan hingga 2 minggu setelah melahirkan.


Read More »

Dasar tentang ambing yang anda harus tahu.

0 komentar

Setiap ambing - baik sapi maupun kambing - memiliki struktur yang unik. Sapi memiliki 4 kuartir dan kambing memiliki 2 kuartir. Setiap kuartir terpisah satu dengan lainnya.

Seluruh bagian ambing dan kuartir mendapatkan suplai darah dari pembuluh darah yang sama. Namun secara fisiologis setiap kuartir memiliki cara kerja terpisah.

Produksi susu mulai oleh hormon yang disebut OKSITOSIN dan hormon ini bekerja dengan rangsangan atau kebiasaan. Itu sebabnya jika anda ingin produksi susu sapi atau kambing Anda stabil, Anda harus menjaga konsistensi rutinitas dan kebiasaan prosedur perah Anda.

Produksi susu dipengaruhi kadar energi dalam darah. Ini jadi alasan utama jika Anda ingin produksi susu ternak Anda maksimal maka Anda harus memberi pakan dengan kadar energi tinggi.

Secara umum, susu mengandung kadar air sebesar 87%. Jadi jika Anda ingin produksi maksimal Anda juga harus pastikan sapi atau kambing Anda minum air segar sebanyak mungkin yang dia inginkan. Kita menyebutnya ad libitum (tanpa batas).


Read More »

Retensi Plasenta

0 komentar

Kalo ari-ari (plasenta) sapi yang baru melahirkan tidak lepas lebih dari 24 jam, kita sebut RETENSI PLASENTA.


Ada beberapa fakta yang kita perlu paham tentang plasenta :

1. Setiap sapi bunting punya plasenta, yaitu lapisan yang membungkus janin/pedet/cempe ketika masih dalam kandungan.


2. Dalam setiap plasenta ada 80-200 plasentom yang bentuknya seperti penthol. Plasentom ini berfungsi sebagai penghubung induk dan janin. Bagian induk disebut karunkula, bagian janin disebut kotiledon. Jadi
plasentom ini adalah kesatuan antara karunkula dan kotiledon. Plasentom terhubung ke pusar pedet.


3. Karunkula dan kotiledon menyatu dan terhubungkan oleh ratusan pembuluh darah mikro/kecil.

4. Pada kondisi normal, karunkula dan kotiledon akan terpisah dengan sendirinya setelah janin keluar karena sudah tidak dibutuhkan lagi.

5. Pada kondisi tertentu (induk kurang energi, kurang mineral, stress, atau kondisi lainnya), proses perlepasan ini tidak terjadi dan menimbulkan infeksi lanjutan.

6. Proses perlepasan paksa akan menyebabkan perdarahan pada ratusan pembuluh darah di setiap plasentom. Karena jumlah plasentom juga ratusan, maka potensi perdarahannya adalah ratusan kali. Jadinya berpotensi mengakibatkan puluhan ribu perdarahan baru.

Semoga paham, ya.  aaamiiiinnnn



Read More »

JANGAN SEKALI-SEKALI MELAKUKAN KURET MANUAL PADA SAPI Karena.....!!!

0 komentar


1. Dinding uterus itu sangat lembut dan mudah rusak. Intervensi manual dalam bentuk apapun akan memberi resiko kerusakan. Pada dasarnya uterus itu steril, namun intervensi dari luar lah yang membuatnya tidak steril lagi.


2. Pelepasan karunkula-kotiledon secara manual akan menciptakan ribuan pendarahan mikro baru. Silahkan baca artikel saya tentang retensi plasenta sebelumnya.

3. Sapi akan sangat kesakitan dan semakin stress bahkan depresi. Coba perhatikan sapi yang baru dikuret. Rata-rata punggungnya melengkung dan tidak mau makan. Punggung melengkung adalah indikasi sapi yang sedang kesakitan luar biasa. Sapi itu hewan yang sangat kuat menahan sakit. Dia tidak menunjukkan tanda apapun kecuali sakitnya sudah keterlaluan. Kalau punggung sudah melengkung, itu artinya sakitnya sudah keterlaluan.

4. Infeksi pasti terjadi dan beresiko tertundanya kemampuan sapi untuk berahi lagi. Sebagian besar kita tidak pandai menjaga higienis ketika melakukan pertolongan sapi (benar apa betul???). Kalo Anda punya sapi betina, fokus Anda haruslah reproduksi dan kuret adalah tindakan paling beresiko pada kualitas reproduksi.




Read More »

15 PENYAKIT YANG SERING MENYERANG KAMBING DAN DOMBA

0 komentar


Sebelum memulai ternak kambing dan domba ada baiknya jika kita mengetahui penyakit dan cara menanggulanginya terlebih dahulu, langsung saja berikut penyakit umum yang sering menyerang ternak kambing dan domba.

1. Kembung atau juga disebut bloat
Adalah kondisi perut kambing berisi banyak gas yang diakibatkan proses fermentasi yang berjalan cepat dan tidak dapat mengeluarkannya dalam bentuk kentut. Tingginya akumulasi gas dalam perut menekan organ dalam tubuh yang lain dan menimbulkan kesakitan. Sehingga kambing pun melakukan pernapasan dengan mulut terbuka akibat frekuensi pernapasan yang tinggi.
Tanda klinis yang jelas terlihat adalah perut kambing yang membesar atau membengkak akibat penumpukan gas dalam rumen. Rasa sakit yang ditimbulkan akan membuat kambing mendengus dan umumnya akan menendang–nendang ke sisi kiri. Punggung kambing juga membungkuk, serta saat berbaring kambing akan sulit untuk bangun kembali.

Jika tidak segera diatasi lama kelamaan bisa semakin parah dan kambing pun bisa mati. Biasanya disebabkan terlalu banyak mengkonsumsi legume, hijauan terlalu muda atau mengkonsumsi rumput basah saat dilepas dari kandang. Maka penting bagi peternak untuk berhati–hati dalam memberikan makanan hijauan, hendaknya dilayukan terlebih dulu. Juga jangan melepas kambing saat pagi hari, dimana rumput masih basah karena embun.

Jika kambing mengalami kembung bisa dibelikan obat masuk angin di apotik, ada juga yang meminumkan minyak nabati, ada yang mencekoki kambing dengan soda dan ada juga yang menusuk anus kambing dengan tangkai daun pepaya yang sudah di olesi minyak, kemudian menekan dan memijat agar gas keluar dari perut. Banyak cara bisa di coba, yang terpenting agar si kambing bisa mengeluarkan gas berlebih dalam perutnya baik melaui kentut maupun sendawa.

2. Cacingan
Ada banyak jenis cacing yang bisa menyerang kambing, diantaranya adalah: haemonchus cocortus, Trichuris sp dan Oestophagostomum sp yang kemungkinan besar terdapat pada pakan. Cacing–cacing tersebut akan hidup sebagai parasit di saluran pencernaan, melekat di selaput usus dan menghisap sari makanan, cairan tubuh, darah serta mengeluarkan racun.

Kondisi ini menyebabkan kambing menjadi lemah, lesu dan tidak bisa gemuk walaupun diberi makan banyak. Dalam beberapa kasus, kambing muda usia 3–4 bulan yang terkena cacingan bisa kurus dan mati. Tanda klinis dari kambing yang cacingan: nafsu makan berkurang, lemah, lesu, kurus, perut buncit, bulu terasa kasar, kusam dan rontok.


Kambing pun mengalami diare atau mencret. Maka penting untuk menjaga kebersihan kandang dan memberikan obat cacing secara teratur, boleh 3 bulan sekali, 6 bulan sekali atau paling lambat setahun sekali. Obat cacing yang biasa digunakan antara lain Cetarin Concurat, Pheno Plus dan Wormex powder. Bisa juga diberi ramuan jamu dari : 2 buah pinang tua, 2 sendok makan gula Jawa, 5 lembar daun tembakau dan 1 sendok makan serbuk getah pepaya muda. Semua bahan dicampur rata dan dihaluskan dan diberikan setiap 5 hari sekali.

3. Scabies
Bahasa awamnya kudis dan kurap. Penyebabnya adalah ektoparasit atau tungau Sarcoptes scabei, Psoroptes communis varovis dan Chorioptes ovis. Biasanya penyakit ini akan menyerang area di sekitar telinga dulu, kemudian baru menyebar. Tanda klinis terkena scabies biasanya timbul bercak–bercak merah yang membentuk bisul pada kulit kambing, kemudian kulit yang berbercak akan mulai menebal, mengeras dan bersisik serta gatal.

Karena rasa gatal, si kambing akan menggosok–gosokan badannya ke dinding kandang yang akan menyebabkan bulunya rontok. Lama kelamaan tubuh si kambing pun akan mulai terlihat kurus karena nafsu makan yang berkurang serta kekurangan darah, sehingga produksi susunya pun akan ikut menurun.

Tungau yang menyebabkan scabies mudah menyebar ke ternak yang lain, maka perlu adanya pengkarantinaan bagi kambing yang terjangkit. Lakukan penyemprotan pada kandang yang tercemar dengan menggunakan desinfektan. Untuk pengobatannya berikan obat anti parasit seperti Ivomec. Tapi yang terlebih dulu mencuci kambing dengan disikat menggunakan sabun antiseptik atau deterjen, kemudian potong pendek bulu tebal diarea yang terluka.


Ada juga yang meracik sendiri ramuan tradisional yang terdiri dari Oli bekas, minyak goreng bisa juga minyak kelapa, minyak tanah, garam, kapur barus, kapur ajaib, bawang merah, bawang putih, kunyit dan serbuk belerang di campur rata kemudian di olesi ke bagian yang terluka 2 – 3 hari sekali.

4. Orf
Sering disebut juga dakangan atau Ecthyma contagiosa, disebabkan oleh virus Parapoxvyrus yang bersifat zoonosis dan dapat menular ke manusia. Biasanya kambing terkena orf saat memakan rumput yang berbulu dan debu dari konsentrat.

Gejala klinisnya adalah: luka disekitar mulut yang berupa keropeng hitam dan terdapat juga benjolan. Lama–lama bisa menyebar ke sela–sela kuku, akibatnya kambing menjadi kurus karena tidak selera makan.

Biasanya orf atau keropeng mulut ini bisa sembuh setelah 1 bulan, tapi dalam kasus tertentu juga bisa menimbulkan kematian jika terjadi infeksi sekunder. Pengobatannya adalah menggunakan Preparat Iodium dan suntikan antibiotik. Ada juga yang menggunakan pasta yang terbuat dari bahan tradisional seperti biji pinang, kapur sirih dan kunyit yang sudah dibersihkan terlebih dulu kemudian dihaluskan. Pemberian pasta tradisional tinggal dioleskan saja tanpa harus mengelupaskan keropeng pada mulut. Bisa juga diberi vaksinasi untuk pencegahan dan pengkarantinaan agar tidak terjadi penyebaran.


5. Pink eye
Disebut juga mata belekan, biasanya disebabkan iritasi akibat tertusuk benda seperti : duri, kayu, ujung rambut bahkan debu dari konsentrat. Tapi terkadang bisa juga disebabkan oleh bakteri, virus atau parasit. Gejala klinis yang terlihat biasanya mata kambing sering berkedip, mengeluarkan air dan mata berwarna kemerah–merahan. Selanjutnya mata akan keruh dan timbul borok hingga mengalami pembengkakan.
Jika tidak ditangani secara langsung dan berkala bisa bertambah parah bahkan mengakibatan kebutaan permanen.

Cara mengobatinya : pertama cuci matanya menggunakan air hangat, kemudian oleskan salep mata khusus kambing yang mengandung antibiotik, sehingga cepat meredakan infeksinya. Atau bisa juga semprotkan campuran teh basi, daun sirih dan garam setiap hari sampai sembuh.


6. Antraks
Penyebab penyakit Antraks adalah kuman Bacillus anthracis yang penularannya melalui kontak langsung, makanan, minuman dan pernafasan.
Gejala klinisnya adalah : demam yang tinggi hingga tubuh gemetar, badan lemas, gangguan pernafasan, pembengkakakan kelenjar dada, bada penuh bisul, gangguan pencernaan, mengeluarkan darah dari telinga, mulut, dan anus. Belum ada obatnya, jadi pengendalian penyakit adalah dengan membakar ternak yang mati terserang Antraks.


7. Penyakit kuku dan mulut (PMK)
Biasanya disebabkan oleh Apthae Epizootica (AE) yang terdapat di air kencing, susu dan air liur.
Gejala klinisnya : nafsu makan berkurang, demam, keluar air liur yang berlebihan, rongga mulut, lidah dan kaki melepuh serta terdapat benjolan berisi cairan bening. Kambing yang terjangkit dipisahkan dan diobati, jaga kebersihan kandang dan berikan vaksinasi.


8. Enterotoxemia
Disebabkan karena makan biji-bijian yang berlebihan hingga bakteri Clostridium perfringens pada rumen menjadi lebih produktif dikarenakan tingkat keasamannya, sehingga menghasilkan racun yang malahan merugikan si kambing.

Gejala klinisnya : kambing berkedut, demam hingga giginya bergemeretak dan perut bengkak. Penyakit ini bisa dicegah dengan vaksinasi tahunan terutama kambing yang menyusui dan jangan terlalu banyak pemberian biji-bijian dalam pakannya.


9. Miasis
Adalah sejenis korengan atau belatungan, orang sering mengenalnya juga dengan sebutan Set'en. Penyakit ini sering menyerang pada bagian paha kambing betina yang setelah melahirkan sisa darahnya tidak dibersihkan. Bisa juga terjadi pada anak kambing yang baru lahir karena tidak diberikan antiseptik atau anti lalat pada pusarnya.

Tapi dalam beberapa kasus juga dapat disebabkan oleh luka karena kandang yang tidak nyaman.
Cara pengobatan : bersihkan koreng dengan air, siram dengan minyak kayu putih lalu beri tembakau yang sudah dibasahi dan tutup dengan perban. Gantilah setiap hari sampai keluar belatungnya.


10. Diare
Biasanya terjadi karena adanya gangguan pada saluran pencernaan yang bisa disebabkan oleh bakteri, makanan yang rusak, serta lingkungan atau udara dingin.
Gejala klinisnya : kambing tampak lesu, lemah dan juga pucat. Kotoran kambing berwarna hijau muda, hijau mengkilap, hijau kekuningan, hijau kemerahan atau hijau kehitaman.

Jika disebabkan makanan, maka hindari pemberian daun kacang-kacangan dan daun muda. Jika karena penyakit bisa diberi jamu dari campuran daun jambu biji, garam dapur dan 1 gelas air kelapa, lalu berikan 1/3 gelas selama 3 hari berturut-turut.


11. Keracunan
Biasanya terjadi ketika kambing mengonsumsi pakan hijauan yang mengandung racun atau keracunan insektisida.

Tanda- tanda keracunan : kejang-kejang, mulut berbusa, selaput lendir mata berwarna kebiru-biruan, dan kotoran bercampur darah. Pada beberapa kasus kondisinya bisa parah dan menyebabkan kematian yang mendadak.
Penanganan keracunan : berikan tablet norit atau air kelapa muda. Ada juga yang memberi larutan campuran minyak kelapa, air kelapa muda, garam dan asam Jawa. Jika keracunan insektisida, minumkan 1 gelas santan hangat.


12. Mastitis
Sering dijumpai pada kambing perah karena penyakit ini memang menyerang bagian puting kambing. Sering kali pemicunya adalah bakteri Staphylococcus aureus atau bisa juga diakibatkan proses pemerahan yang kurang sempurna, sehingga susu belum habis diperah sepenuhnya. Mastitis berakibat pada penurunan jumlah produksi susu dan kualitas dari susu itu sendiri. Cara pengobatan: memberi antibiotik intra-mammary dan memperbaiki proses dari pemerahan susu.

13. Kuku Busuk
Penyebabnya adalah kandang yang basah dan kotor, sehingga kambing sering menginjak air yang akhirnya terjadi pembusukkan.

Tanda-tandanya : celah kuku bengkak dan megeluarkan cairan putih keruh. Kulit kuku mengelupas, timbul benjolan yang menyakitkan hingga si kambing berjalan pincang dan bisa berakhir dengan kelumpuhan.
Cara mengobatinya : bersihkan dan potong kukunya, siramkan alkohol lalu perban kaki kambing dan hindarkan dari tempat kotor yang tergenang air.


14. Pneumonia
Umumnya disebabkan karena keadaan udara yang lembap, dingin dan kotor serta kambing yang tidak terpelihara dengan baik.

Gejalanya : kambing sulit bernafas, nafsu makan hilang, sering batuk dan juga demam. Jagalah kandang agar tidak lembap, selalu bersih, tidak tergenang air, menutup kandang jika angin kencang dan lakukan karantina pada kambing sakit. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan preparat antibiotik.


15. Konstipasi/sembelit
Biasanya hanya dialami oleh anak kambing yang baru lahir, karena kotoran pertamanya berwarna hitam kental dan keras sehingga sulit keluar. Anak kambing yang terkena konstipasi selain susah buang kotoran, dia juga akan berguling-guling dan sering mengembik. Maka untuk melancarkan buang air besarnya bisa diberi 1 sendok makan minyak sayur.

Demikian informasi mengenai 15 penyakit umum yang sering menyerang kambing dan domba serta cara menanggulanginya, yang terpenting adalah selalu memperhatikan gerak-gerik kambing dan menjaga kebersihan kandang.




Read More »

ANALISA USAHA PENGGEMUKAN DOMBA

0 komentar


Harga-harga yang berlaku per Oktober 2018.

I. PENGELUARAN :

1. Beli bakalan cempe lepas sapih, bobot badan 15 kg x Rp 32.000,-/kg hidup = Rp 480.000,-/ekor;



2. Pakannya rata-rata 0,8 kg/ekor/hari x 60 hari = 48 kg x Rp 2.500,-/kg (pakan komplit ex. Feedmill Kop. PDS, Sidoarjo) = Rp 120.000,-/ekor/periode;


3. Biaya obat (obat cacing, obat kutu) dan vitamin, Rp 25.000,-/ekor/periode selama 60 hari pemeliharaan;

4. Biaya operasionalnya : upah tenaga kerja, listrik dan pulsa telepon Rp 50.000,-/ekor/periode;

5. Total biaya pemeliharaan (480.000 + 120.000 + 25.000 + 50.000) = Rp 675.000,-.


II. PENDAPATAN :
1. Setelah dipelihara selama 60 hari, ada pertambahan bobot badan rata-rata minimum 10 kg. Bobot badannya menjadi 25 kg x harga panen sama dengan harga cempe Rp 32.000,- = Rp 800.000,-/ekor.


2. Pupuk kompos kotoran domba 10 kg/ekor/periode x Rp 2.500,-/karung isi 10 kg (tanpa diolah) = Rp 25.000,-/ekor/periode.

3. Total pendapatan Rp 825.000,- dikurang resiko kematian (loss) sebesar 1,5% Rp 12.375,-, dibulatkan Rp 15.000,-, cukup ditutup dari hasil jual kotorannya. Pendapatan bersih Rp 810.000,-


III. SISA HASIL USAHA 
Pendapatan - pengeluaran = 810.000 - 675.000 = Rp 135.000,-/ekor/periode.


Catatan :
1. Supaya ekonomis, populasi domba yang dipelihara minimum 120 ekor/kandang supaya cukup dipelihara 1 orang tenaga kerja. Malah idealnya per kandang kapasitas 200 ekor.


2. Tetap ada resiko kematian (loss) sebesar 1,5%. Ini sesuai tafsiran perusahaan asuransi terhadap ternak sapi.

Bila kapasitas kandangnya 120 ekor, perlu biaya investasi dan modal kerja Rp 100 juta. Konstruksinya pakai baja ringan, penuh. Saya sudah menghitung karena sedang membangun. Bisa digunakan berproduksi 4 periode per tahun.

Hasilnya 120 ekor x 135.000 x 4 = Rp 64.800.000,- per tahun.
Break Even Point = 100 juta : 64,8 juta x 12 bulan = 18,5 bulan, dibulatkan menjadi 19 bulan Ditambah waktu pembangunan kandang, pembuatan sangkar dan pengisian bakalan cempe lepas sapih, 2 bulan. Total waktu balik modal 21 bulan


Read More »