info terkini

loading...

CARA PEMBIBITAN AYAM KAMPUNG SILANGAN (AKS)


1. Tentu saja harus dengan program kawin suntik (inseminasi buatan = IB);

2. Mesti pelihara ayam kampung jantan yang benar-benar terpilih sebanyak 30 - 35 ekor untuk 

mengawini 1.300 ekor betina (1 jantan vs 30-50 betina) dengan metode pengenceran sperma :


> fisiknya benar-benar prima : sehat, tinggi, besar dengan bobot proporsional;
> mampu menghasilkan cairan sperma (semen) dengan volume >1 ml tiap ejakulasi;
> sel spermatozoa-nya berjumlah 50 - 100 juta sel per ml, bisa diperiksa di bawah mikroskop dengan 

pembesaran 100 kali;

> bentuk sel spermatozoa normal dan aktif bergerak (motile);
> agar lebih efisien, sperma ayam pejantan selain diencerkan, mesti ada perlakuan sexing sperma. Hasilnya bisa dipilih calon DOC jantan dengan probabilitas -/+ 75%.


Dengan demikian, 1 ekor pejantan dengan pengenceran spermatozoa yang baik dan benar, bisa digunakan untuk mengawini 30-50 ekor betina. Ekonomis.

3. Dicontohkan jumlah betina ayam ras petelur (layer) pada umur 20 minggu (pullet in), sebanyak 1.300 ekor, kelompok umur (flock) ke-1;

4. Perhitungan teknis :

> HD rata-rata 80%, maka akan dihasilkan telur 1.040 butir;

> setelah diseleksi, yang memenuhi syarat sebagai telur tetas (hatching egg = HE) 95% = 988 butir HE;

> setelah dieramkan, diteropong (candling) pada hari ke-7 dan ke-18, fertilitas 90% = 889 butir;

> setelah dieramkan selama 504 jam (21 hari), akan menetas 85% = 756 ekor Day Old Chick (DOC);

> setelah dilakukan seleksi, yang memenuhi syarat untuk dijual (salable) 97% = 733 ekor DOC sehari = 5.132 ekor per minggu (50 box);

5. Telur yang ditetaskan pertama kali dipanen, mulai berbobot 58 gram atau umur induk 28 minggu untuk betina ayam ras petelur. Maka dua hari sebelum telur tetas dipanen, harus mulai dilakukan inseminasi buatan (IB), telurnya sudah fertil;

6. Kawin suntiknya dijadwal setiap 5 hari sekali, sudah cukup fertil.

7. Umur induk diambil telur tetasnya paling tua umur 65 minggu atau bobot telurnya maksimum 65 gram/butir. Semakin tua induk, kualitas DOC akan turun. Biasanya lemah.

Pullet In Periode Ke-2 (Flock Ke-2), interval waktunya 25 minggu kemudian. Demikian selanjutnya, pullet in setiap 25 minggu. Pada saat flock ke-3 sudah mulai berproduksi, flock ke-1 sudah tidak dikawini lagi. Bisa juga diafkir.

Jadi, idealnya pembibit punya 3 kandang induk dan 3 kadang pejantan.

MESIN PENGERAM (SETTER) DAN PENETAS (HATCHER)
Saya merekomendasi pemakaian mesin yang full automatic untuk menghasilkan daya tetas yang tinggi. Tentu saja mesinnya dibuat atau diproduksi oleh orang atau pihak yang berpengalaman dan sudah teruji.

Ada mesin yang model terpisah antara setter dengan hatcher. Tetapi ada juga mesin yang two in one (2 in 1). Setter dan hatcher jadi satu mesin.

Di foto nomor 6 dan 7, contoh mesin 2 in 1 dengan kapasitas 5.184 butir. Terdiri dari 12 rak @ 432 butir/rak. Harganya -/+ Rp 75 juta, belum ongkos kirim. Perlu disediakan punya 3 mesin untuk melayani 3 flock induk.

Pertanyaan yang biasa diajuka oleh calon investor :

1. Berapa modal investasi dan modal kerjanya ?


2. Bagaimana proyeksi atau estimasi arus kas-nya (cash flow projection) ?

3. Bagaimana proyeksi atau estimasi laba - ruginya (profit - loss projection) ?

4. Berapa rata-rata labanya per tahun ?

5. Berapa bulan kembali modal (return on invesment = ROI) ?

Catatan :

Jawaban atas 5 pertanyaan tsb, bila disusun akan menjadi sebuah buku "Proposal Usaha Pembibitan Ayam Kampung Silangan", sebanyak 200 halaman. Dimana di dalamnya ada data-data tentang harga pullet 20 minggu, harga ayam pejantannya, harga pakan, harga jual DOC-nya dan rancangan anggaran belanja (RAB) biaya investasinya. Juga ada penjelasan tentang standar produksi dan standard operation procedure tata kelolanya.


pertanyaan 
1. Pak bagai mana kerangka proposal yg baik, dan apa saja poin yg harus ada setiap bab pada proposal. 


  • 1.  jawaban
    Intinya :
    1. Mesti menggunakan standar teknis yang paling mendekati riil;


    2. Menggunakan satuan harga mutakhir dan estimasi inflasi 5 tahun ke depan;

    3. Ada cash flow projection;

    4. Ada profit - loss projection;

    5. Harus bisa menjawab, berapa lama return on Investment (ROI)-nya.


0 komentar:

INFO

loading...