info terkini

loading...

Mengapa Hidung Berlendir pada ayam layer umur 6 minggu?


Pertanyaan Bapak Tommy
Mengapa selalu muncul gejala klinis hidung berlendir pada ayam layer umur 6 minggu? Apakah hal tersebut disebabkan oleh penyakit korisa?

Jawab:
Ada beberapa faktor predisposisi yang menyebabkan timbulnya gejala klinis hidung berlendir pada ayam layer umur 6 minggu. Ayam tersebut telah memasuki masa grower dan masih dipelihara di kandang postal, sehingga beberapa faktor predisposisi yang mungkin terkait dengan praktek manajemen pemeliharaan diantaranya tingginya kadar amonia, banyaknya debu di kandang, litter yang terlalu lembab, kurangnya ventilasi udara, populasi ayam yang terlalu padat dan lingkungan yang kotor. Beberapa faktor tersebut memicu terjadinya infeksi bibit penyakit yang menyerang saluran pernapasan seperti korisa dan CRD yang disebabkan oleh bakteri, atau yang disebabkan oleh agen viral seperti ND, AI, IB dan ILT, serta aspergillosis yang disebabkan oleh jamur.
Keluarnya lendir dari hidung merupakan gejala awal dari adanya gangguan pada saluran pernapasan, bukan hanya disebabkan oleh penyakit korisa. Untuk memastikan penyebab keluarnya lendir pada ayam, perlu didukung dengan gejala klinis yang lain dan juga perlu dilihat perubahan anatomi tubuh yang menciri sesuai penyakitnya.
Pada kasus CRD, ayam mengeluarkan lendir dari lubang hidung dan disertai dengan susah bernapas yang menimbulkan suara ngorok. Lendir yang keluar biasanya tidak berbau amis. Selain itu saat dilakukan bedah bangkai dapat terlihat adanya peradangan pada laryng, trakea dan juga kantung udara.
Untuk kasus korisa, gejala yang muncul hampir mirip dengan kasus CRD, namun biasanya disertai juga dengan kebengkakan muka dan leleran lendir yang berbau amis. Munculnya kebengkakan di muka mengindikasikan bahwa penyakit tersebut sudah berlangsung lama (kronis) dan biasanya disertai dengan infeksi sekunder bakteri E. coli. Saat dilakukan bedah bangkai biasanya terlihat adanya peradangan pada sinus hidung bahkan disertai dengan adanya perkejuan.


Proses perjalanan penyakit korisa awalnya ditandai dengan keluarnya lendir dari lubang hidung yang mula-mula berwarna kuning dan encer tetapi lambat laun berubah menjadi kental, bernanah dan berbau amis. Gejala ini dapat bertahan selama 2-3 minggu, tetapi dapat lebih lama jika ada infeksi penyakit yang lain. Kemudian sinus infraorbitalis membengkak karena akumulasi dari lendir tersebut yang dimanifestasikan dengan kebengkakan di muka, keluar air mata, kelopak mata membengkak dan mata tertutup sehingga ayam menjadi sulit bernapas.
Penyakit yang disebabkan oleh virus lebih menciri ke tingkat penyebaran penyakitnya yang relatif cepat dengan angka kematian yang tinggi. Penyakit ND dan AI, selain menyerang sistem pernapasan juga menyerang sistem pencernaan, reproduksi dan saraf. Virus penyebab IB juga menyerang organ reproduksi disamping menyerang sistem pernapasan, sehingga pada ayam petelur dapat menurunkan kualitas dan kuantitas produksi telur. Pada kasus ILT, ayam sulit bernapas dan sering terlihat menjulurkan lehernya seperti tercekik, karena pada saluran pernapasannya terdapat massa pengkejuan yang dapat menghambat jalannya udara.
Penyakit saluran pernapasan yang disebabkan jamur yaitu aspergillosis lebih sering menyerang DOC yang biasa disebut brooder pneumonia. Ayam dewasa dapat terserang penyakit ini jika manajemen pemeliharaannya kurang baik. Ayam menunjukkan gejala klinis susah bernapas dan saat dilakukan bedah bangkai biasanya ditemukan bentukan sarang jamur pada saluran pernapasan maupun pada kantung udaranya.
Penanganan penyakit akan lebih efektif jika dilakukan sejak dini, sebelum penyakit berlanjut ke tingkat yang lebih parah. Untuk itu, hal yang dapat dilakukan guna mengobati ayam dengan gejala klinis hidung berlendir yaitu:
  • Berikan antibiotik spektrum luas seperti Doxyvet, Trimezyn, Neo Meditril atau Duoko sesuai dosis dan aturan pakai.
  • Berikan multivitamin seperti Vita Stress atau Fortevit selama 7 hari berturut-turut untuk meningkatkan kondisi tubuh setelah sakit.
  • Untuk kasus korisa dapat juga dipertimbangkan vaksinasi korisa dengan Medivac Coryza B atau Medivac Coryza T Suspension/Emulsion yang dapat dilakukan minimal 3 minggu sebelum terjadinya outbreak.
  • Penyakit yang disebabkan oleh virus (ND, AI, IB dan ILT) tidak ada obatnya. Pemberian antibiotik dilakukan untuk mencegah infeksi sekunder dan mungurangi tingkat keparahan penyakit, sementara pemberian vitamin dilakukan untuk meningkatkan kondisi dan dan daya tahan tubuh ayam. Untuk mencegah penyakit ND dapat dilakukan vaksinasi dengan Medivac ND La Sota, Medivac ND Clone 45, atauMedivac ND Emulsion. Untuk mencegah penyakit AI, dapat dilakukan vaksinasi dengan Medivac AI. Sementara untuk mencegah penyakit IB dapat dilakukan vaksinasi dengan Medivac IB H-120 atau sekaligus Medivac ND-IB. Sedangkan untuk mencegah penyakit ILT dapat dilakukan vaksinasi dengan Medivac ILT.
  • Untuk mengatasi penyakit jamur dapat diberikan cupri sulfat 1 gram/5 liter air minum, yang diberikan selama 3 hari berturut-turut.
Di samping upaya pengobatan, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan, yaitu :
  • Mengelola peternakan dengan baik sehingga tercipta suasana nyaman bagi ayam, misalnya dengan mengatur jumlah ayam dalam kandang agar tidak terlalu padat, litter jangan berdebu atau terlalu lembab dan ventilasi udara tersedia cukup.
  • Lakukan desinfeksi kandang menggunakan Antisep, Neo Antisep atau Medisep. Majukan jadwal desinfeksi jika bertepatan dengan jadwal vaksinasi.
  • Terapkan sistem biosecurity yang baik, misalnya dengan melakukan desinfeksi alas kaki sebelum masuk kandang.



Info Medion Edisi Juni 2013
Artikel bersumber dari Info Medion Online (http://info.medion.co.id).

0 komentar:

INFO

loading...