• Boleh dilirik tak boleh tertarik

  • lautan kau seberangi, gunung kau daki, mesjid kau lewati

  • kebersihan sebagian dari iman

  • jangan pernah tinggalkan akal mu, jika kamu ingin mendahulukan perasaan



faktor yang dapat menentukan besar kecilnya ukuran telur ayam

0 komentar

Pertanyaan:
Bagaimana agar telur hasil produksi, ukurannya tidak kecil-kecil ?

Jawab :
Ukuran telur secara garis besar dipengaruhi oleh faktor genetik. Meskipun demikian, faktor manajemen dapat pula terlibat dalam menentukan besar kecilnya ukuran telur. Telur yang berukuran kecil-kecil dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu berat badan saat pullet, tingkat kematangan seksual dan nutrisi ransum.
  • Berat badan saat pullet
    Pullet yang memiliki berat badan di bawah standar akan memproduksi telur dengan ukuran lebih kecil dan keadaan tersebut akan berlangsung secara terus-menerus selama ayam tersebut berproduksi
  • Tingkat kematangan seksual
    Secara umum ayam yang mengalami kematangan seksual terlalu dini (belum cukup umur) akan memproduksi telur dengan ukuran kecil. Demikian juga sebaliknya ketika kematangan seksual terlambat, maka ayam akan memproduksi telur dengan ukuran besar (abnormal)
  • Nutrisi ransum
    Ukuran telur sangat dipengaruhi oleh nutrisi ransum seperti protein, asam amino tertentu seperti methionine dan cystine, energi, lemak total dan asam lemak esensial seperti asam linoleat

    Berdasarkan 3 faktor tersebut, maka penanganan yang bisa dilakukan antara lain:
  • Lakukan kontrol berat badan ketika periode starter dan grower (pullet) serta usahakan agar ayam tidak terlalu gemuk
  • Telur kecil yang disebabkan karena tingkat kematangan seksual terlalu dini, biasanya sulit untuk diatasi karena organ reproduksinya sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Antisipasinya yaitu dengan memperhatikan masa pemeliharaan pullet, terutama terkait program pencahayaan. Untuk memperoleh telur dengan ukuran yang optimal, jangan memberi tambahan cahaya pada ayam periode grower sebelum ayam tersebut mencapai berat badan antara 1550-1600 gram
  • Berikan ransum dengan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan ayam di tiap periode pemeliharaannya terutama untuk kandungan protein, asam amino, energi, asam lemak, kalsium, fosfor dan vitamin D (karena sangat berperan pada pembentukan telur)
  • Berikan therapy supportif terutama multivitamin yang membantu produksi telur seperti Egg Stimulant, Aminovit, Strong Egg atau Strong n Fit (pilih salah satu)



Info Medion Edisi April 2011
Artikel bersumber dari Info Medion Online (http://info.medion.co.id).

Read More »

Pemberian air gula saat layer saya terserang Gumboro ?

0 komentar

Pertanyaan
saat umur 15 hari, ayam layer saya terserang Gumboro disertai dengan colibacillosis. Ada opini bahwa pemberian air gula tidak dianjurkan karena akan memperparah colibacillosis. Apakah pengertian tersebut benar?

Jawab :
Belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa pemberian air gula dapat memperparah kasus colibacillosis. Kejadian colibacillosis yang dibarengi dengan Gumboro akan memperparah kondisi baik colibacillosis maupun Gumboronya sendiri. Hal ini dikarenakan Gumboro merupakan penyakit yang bersifat immunosupresant (menekan sistem kekebalan,red) sehingga menyebabkan sistem kekebalan tubuh ayam menjadi lemah. Selain itu, adanya penurunan nafsu makan/minum menyebabkan ayam mengalami dehidrasi dan lemah. 
Dengan demikian colibacillosis akan berkembang dan menginfeksi dengan cepat sehingga kondisi ayam pun akan semakin drop. Dengan kondisi demikian, air gula sangat diperlukan sebagai sumber energi yang langsung dapat digunakan tubuh tanpa harus melewati proses metabolisme berbelit.
 Gumboro merupakan penyakit yang bersifat immunosupresant serta menyebabkan penurunan nafsu makan sehingga ayam menjadi lemas (Sumber : Dok. Medion)
Penanganan kasus Gumboro yang disertai colibacillosis dapat dilakukan dengan cara sbb :
·         Ayam yang sudah parah sebaiknya dipisahkan agar tidak menjadi sumber penularan bagi ayam-ayam lain
·         Berikan air gula 2-5% (2-5 gram/ 100 ml air minum) selama 3 hari. Jika terjadi pembengkakan ginjal, dapat diberikan Gumbonal selama 3 hari. Terapi dilanjutkan dengan pemberian antibiotik seperti Ampicol atau Coliquin selama 3-5 hari beturut-turut. Air gula berperan dalam suplai energi sedangkan antibiotik berperan dalam mengatasi infeksi colibacillosis
·         Semprot kandang setiap hari dengan Antisep/Neo Antisep guna meminimalkan penyebaran bibit penyakit yang ada di lingkungan. Lakukan pula desinfeksi air minum namun jangan bersamaan dengan jadwal pengobatan
·         Setelah pengobatan colibacillosis selesai, berikan multivitamin seperti Vita Stress atau Fortevit untuk mempercepat proses pemulihan
·         Jika diperlukan, tambahkan pemanas terutama pada malam hari dan cuaca dingin
·         Pada kasus Gumboro, terkadang ditemukan perubahan patologi anatomi berupa pembengkakan ginjal. Jangan memberikan obat dari golongan sulfonamida (Trimezyn, Respiratrek, Sulfamix, Coxy atau Duoko) maupun aminoglikosida (Koleridin, Kanamin, Gentamin atau Vet Strep) karena dapat memperparah kondisi ginjal
·         Jangan lakukan vaksinasi darurat atau vaksinasi lain sebelum kasus Gumboro dapat ditangani
·         Pada pemeliharaan berikutnya, evaluasi kembali program vaksinasi Gumboro, kualitas DOC saat chick in, kualitas air serta manajemen saat kosong kandang dan saat brooding


Info Medion Edisi Juli 2011
Jika Anda akan mengutip artikel ini, harap mencantumkan artikel bersumber dari Info Medion Online (http://info.medion.co.id).



Read More »

ayam lesu, sering tidur dan feses berwarna merah bisa diobati dengan Coxy ?

0 komentar


Pertanyaan: 
Ayam petelur dengan umur 5 hari sedang sakit dengan gejala klinis ayam lesu, sering tidur dan feses berwarna merah. Ada dugaan terkena berak darah, apakah bisa diobati dengan Coxy?

Jawab :
Berdasarkan gejala klinis tersebut diagnosa penyakit memang ke arah kasus berak darah atau disebut sebagai penyakit koksidiosis, namun jika dilihat dari siklus hidup Eimeria sp penyebab koksidiosis yaitu berlangsung sekitar 7 hari (mulai merusak usus ayam pada hari ke-5), kasus tersebut bukan disebabkan oleh berak darah. Kasus koksidiosis pada ayam petelur sering terjadi pada umur 1–2 bulan.
Penyakit lain yang mempunyai gejala mirip dengan kasus diatas yaitu Chronic Respiratory Disease (CRD). CRD dapat ditularkan secara vertikal (dari induk ke anak) maupun horisontal (dari ayam sakit ke ayam sehat baik secara langsung maupun tidak langsung seperti melalui peralatan kandang, pegawai yang tercemar oleh bakteri) sehingga sangat memungkinkan pada ayam umur 5 hari sudah menunjukkan gejala klinis CRD.

Pada ayam muda, CRD menyebabkan tubuh lemah, sayap terkulai, mengantuk dan diare tampak berwarna seperti tanah. Selain itu perlu diperhatikan pula gejala-gejala klinis lainnya seperti adanya ingus yang keluar dari hidung, batuk dan terdengar suara ngorok saat bernafas. Untuk memastikan diagnosa dapat dilakukan bedah ayam untuk melihat perubahan patologi anatomi, perubahan yang tampak akibat CRD rongga hidung berisi cairan lendir; trakea berisi cairan lendir, bengkak dan berwarna merah kekuning-kuningan; kantung udara menjadi keruh, menebal dan mengeluarkan eksudat katar (cairan bening).

Coxy tidak tepat digunakan untuk pengobatan CRD, tapi lebih tepat diberikan pada ayam yang sedang terinfeksi koksidiosis. Untuk mengobati kasus CRD, maka dapat diberikan antibiotik spektrum luas seperti Doctril, Proxan-S atau Neo Meditril selama 3-5 hari (perhatikan dosis dan aturan pakai sesuai yang tertera dikemasan obat). Setelah pengobatan selesai, berikan Vita Stress atau Aminovit guna membantu pemulihan penyakit dan meningkatkan stamina ayam.

Guna meminimalkan penyebaran kasus CRD di kandang, maka perhatikan:
1.      Biosecurity dan desinfeksi kandang menggunakan desinfektan seperti Antisep atau Neo Antisep
2.      Bersihkan dan desinfeksi tempat ransum dan tempat minum ayam menggunakan Medisep, Zaldes atau Mediklin secara rutin
3.      Pastikan litter tidak terlalu basah maupun terlalu kering. Hal ini untuk mencegah kadar amonia menjadi tinggi akibat feses yang dikeluarkan ayam
4.      Atur ventilasi udara agar sirkulasi udara cukup serta kadar amonia tidak tinggi di dalam kandang

5.      Lakukan desinfeksi air minum dengan menggunakan Antisep atau Neo Antisep untuk meminimalkan penularan penyakit melalui air minum (lakukan pada malam hari setelah pengobatan selesai, jangan menggunakan air minum yang telah diberi desinfektan untuk melarutkan obat)


Info Medion Edisi November 2009
Artikel bersumber dari Info Medion Online (http://info.medion.co.id).



Read More »

Cara Mendaftar Dan Memasang Iklan Adnow Pada Blogspoot.com

0 komentar

Salah satu sumber penghasilan terbesar seorang blogger biasanya datang dari iklan. Oleh sebab itu, banyak blogger yang memburu jaringan penyedia iklan agar blog miliknya mempunyai penghasilan dari iklan yang ditayangkan.

Ada banyak jaringan penyedia iklan di internet. Tapi masalahnya, untuk bergabung menjadi anggota jaringan iklan itu yang susah.Bahkan saat kita mendaftar menjadi anggota, bukan b erarti pengajuan kita langsung diterima begitu saja. Akan tetapi kita harus sabar menunggu, yang terkadang membutuhkan waktu sangat lama. Bahkan sampai berbulan-bulan.


Tidak apa-apa menunggu lama, jika kemudian diterima. Tapi kalau tidak diterima? pasti sangat mengecewakan bukan?. Pasalnya, kita Sudah menunggu lama, tapi tidak diterima juga.
Gara-gara hal itulah banyak blogger yang memutuskan mencari jaringan penyedia iklan lainnya, selain Google Adsense.

Dan oleh sebab itu, kami mempunyai jaringan penyedia iklan lain yang terbaik selain Google Adsense, yaitu Adnow.


Adnow merupakan salah satu penyedia iklan alternatif adsense terbaik. Bahkan lebih baik dari Chitika dan berani membayar lebih besar 20%, membeli 100% geografis, moderasi konten iklan yang aman. Bahkan memiliki harga CPM yang tinggi serta tumbuh dengan lebih dari 160 ribu partner di seluruh dunia.


Dengan format Native Ads, Adnow berhasil berkembang menjadi pilihan publisher sebagai salah satu alternatif Google Adsense terbaik. Berbasis pada CPM dan CPC, Adnow menawarkan kerjasama yang menarik. Apalagi proses untuk mendapatkan persetujuan tidak memakan waktu yang lama.


Jadi, untuk anda yang sering di tolak Google Adsense, bisa coba penyedia iklan yang satu ini.
Mendaftar Adnow juga terbilang sangat gampang. Biasanya tidak sampai menunggu waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan.  Bahkan sekali daftar, kebanyakan langsung di approved hitungan jam atau paling lama 2×24 jam (pengalaman).



Nah, jika tertarik mencobanya, silahkan daftar terlebih dulu DISINI!
Setelah itu, klik SIGN UP
Nah, kemudian secara otomatis akan muncul seperti gambar di bawah ini. Lalu, isikan data-data berikut dengan benar. Jangan lupa centang i accept and agree to all of the terms and conditions, serta centang re-CAPTCA kemudian klik SUBMIT


Kemudian ada pemberitahuan dari Adnow. Tapi jangan khawatir, itu menandakan bahwa mereka telah mengirimkan pesan konfirmasi ke email anda. Untuk itu, segeralah buka email anda. Tapi jangan tutup dulu tab tersebut, siapa tahu pesan dari Adnow belum masuk ke email. Jadi, anda bisa meminta Adnow untuk kembali mengirimkan pesan ke email anda dengan meng-klik Click Here.

Periksa kotak masuk email anda, apakah ada email masuk dari Adnow seperti ini. Jika sudah ada, maka tinggal klik di tulisan The Link.



Setelah mengklik link tersebut, otomatis anda akan dibawa ke pemberitahuan seperti gambar di bawah ini. Itu menandakan akun anda telah aktif, segeralah Login untuk masuk ke akun Adnow milik anda.

Nah, disini ada dua pilihan; apakah anda ingin login sebagai Publisher atau Advertiser. Namun karena kali ini anda ingin mendapatkan penghasilan dari Adnow, maka pilih Publisher. Lalu silahkan masukan email dan password yang anda daftarkan tadi.

Lalu masukan nama akun iklan (terserah), alamat atau url situs/blog, bahasa dan trafik website. Jika selesai, silahkan klik Add dan apabila ada pemberitahuan centang agree dan ok.

Nah, jika sudah selesai. Silahkan atur sesuka hati pada widget setting, number of creative elements in the widgetteaser textteaser background dan image kemudian save.
*Baca juga: Sambas Tani

Setelah di Save, klik HTML Code dan akan muncul dua kotak seperti di bawah ini. Copy masing-masing code tersebut, dan jadikan dalam satu widget blog. Selain itu, kedua kode tersebut dapat diletakan pada posisi yang diinginkan.



Read More »

Faktor penyebab munculnya masalah penurunan produksi pada ayam petelur

0 komentar

Pertanyaan:

Saya peternak ayam layer. Kebetulan ayam saya sedang fase produksi. Namun terjadi penurunan produksi dan kematian, walaupun kematiannya kurang dari 5%. Saat dibedah, terdapat akumulasi lemak dalam jumlah besar di rongga perut dan meluas ke permukaan hati. Ukuran hati lebih besar dari ukuran normal, berwarna kekuningan dan rapuh. Selain itu, terdapat sedikit pendarahan di hati. Yang ingin saya tanyakan, dari gejala tersebut diperkirakan mengarah ke penyakit apa? Faktor apa yang menyebabkan munculnya penyakit tersebut? Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.


Jawab:
Berdasarkan gejala yang Bapak sebutkan, diagnosanya mengarah Fatty Liver Hemorrhagic Syndrome (FLHS) yang merupakan suatu gangguan metabolik pada ayam layer dan dapat menimbulkan kematian dan penurunan produksi yang mendadak. Penyakit ini banyak ditemukan pada ayam layer di kandang baterai.

Sindrom tersebut disebabkan oleh obesitas dan perlemakan hati yang disertai perdarahan. Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian FLHS pada ayam layer, diantaranya :
1.      Genetik
Perbedaan kepekaan terhadap FLHS bervariasi antar strain ayam. Ayam broiler lebih rentan terserang daripada layer. Tingkat produksi telur yang tinggi pada ayam layer modern merupakan salah satu faktor penyebab kejadian FLHS. Kemampuan bertelur yang tinggi merangsang terjadinya perlemakan hati yang disebabkan metabolisme estrogen secara intensif.

2.      Nutrisi
.
Kelebihan konsumsi energi pada ayam layer akan ditimbun dalam bentuk lemak di hati sebagai akibat peningkatan proses glukoneogenesis. Selain itu, perbandingan antara protein dan energi yang tidak seimbang juga dapat menjadi faktor predisposisi FLHS. Defisiensi kalsium menyebabkan masukan energi dan protein yang tinggi dan menstimulir kejadian FLHS. Defisiensi kalsium menyebabkan pula haemoragi pada jaringan hati. 

Hal ini berkaitan dengan fungsi kalsium yang berperan penting dalam proses pembekuan darah. Konsumsi rendah kalsium akan menekan hipotalamus sehingga menurunkan sekresi hormon gonadotrophin yang menyebabkan produksi telur menurun. Konsumsi pakan yang berlebihan akan dikonversi menjadi lemak yang akan dideposisi pada jaringan hati.

3.      Suhu dan kandang
Kejadian FLHS yang cenderung tinggi pada iklim panas mungkin berhubungan erat dengan peningkatan sintesis asam lemak dalam hati sehingga akumulasi dalam organ tersebut juga mengalami peningkatan.

Ayam layer yang dipelihara dalam kandang baterai akan mempunyai kandungan lemak dalam hati yang lebih tinggi dibandingkan dengan ayam yang dipelihara dengan sistem postal yang menggunakan litter. Hal ini disebabkan ruang gerak ayam terbatas sehingga energi yang dibutuhkan untuk bergerak tergolong rendah. Begitu juga layer yang dipelihara dalam kandang yang padat cenderung mudah terkena FLHS.

4.      Stres
Stres secara akut akan meningkatkan sekresi kortikosteron dan glukokortikoid namun akan menurunkan kandungan vitamin C kelenjar adrenal. Kortikosteroid akan merangsang glukoneogenesis dan meningkatkan pembentukan lemak (lipogenesis). Pada kondisi stres, berat badan akan mengalami penurunan dan disertai dengan deposisi lemak dalam hati yang berlebihan sehingga kejadian FLHS meningkat jelas.

5.      Toksin
Adanya aflatoksin, yaitu racun yang dihasilkan oleh Aspergillus flavus akan berpengaruh terhadap produksi dan performance ayam layer. Kejadian FLHS pada ayam layer dapat terjadi oleh adanya aflatoksin dalam ransum dengan kadar 20 ppb. Toksisitas yang terlihat berupa penurunan produksi dan berat telur, warna hati kekuningan, dan ukuran hati membesar.

6.      Hormon

Pada ayam layer yang menderita FLHS dapat ditemukan adanya kadar estradiol yang tinggi di dalam plasma. Hal ini menunjukan adanya suatu interaksi antara hormon dan energi, yang dapat mendukung adanya FLHS. Produksi estrogen yang berlebihan dapat menyebabkan lipogenesis yang tidak bereaksi dengan proses umpan balik. Status tiroid juga mempengaruhi deposisi lemak dalam hati.

Cara terbaik untuk mencegah FLHS adalah dengan membatasi asupan energi yang masuk ke dalam tubuh ayam atau menurunkan energi metabolisme dari pakan. Jenis biji-bijian yang digunakan sebagai bahan baku pakan dapat mempengaruhi kandungan lemak dalam hati, meskipun kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh energi metabolisme dari pakan. 

Pada sejumlah kasus, subtitusi jagung, jawawut dan gandum dapat mengatasi FLHS. Penambahan tepung ikan, tepung alfafa, biji-bijian kering yang didestilasi dalam pakan ayam layer dapat menekan deposisi lemak dalam hati.

Evaluasi manajemen kandang juga perlu diperhatikan. Hindari kepadatan kandang baterai dan suhu yang tinggi. Memberikan ruang gerak yang cukup pada ayam dapat menekan kejadian FLHS. Ayam yang terkena sindrom tersebut hendaknya dihindarkan dari hal-hal yang dapat memicu timbulnya berbagai kondisi stres.

 Selain itu, bisa ditambahkan dengan penggunaan obat herbal yang dapat mencegah kerusakan hati seperti Heprofit. Heprofit merupakan sediaan cair yang mengandung ekstrak nimba melindungi sel hati dari kerusakan dan mengoptimalkan performa ayam.



Read More »

Produk ASUH

0 komentar



Disini saya  membagikan  literatur feed intake untuk broiler serta produk  peternakan  yang ASUH







Disini saya  membagikan  literatur feed intake untuk broiler serta produk  peternakan  yang ASUH




Read More »

Apakah benar-benar dapat bebas dari AI setelah di vaksin AI ?

0 komentar

Jawab:
Ayam yang telah divaksinasi AI belum tentu ayam akan benar-benar terbebas dari AI. Keberhasilan vaksinasi dapat tercapai jika didukung pula dengan sistem penanggulangan yang terpadu, yaitu diantaranya sistem tata laksana pemeliharaan ayam secara benar misalnya pemilihan bibit DOC yang berkualitas, penyediaan nutrisi ransum yang sesuai dengan kebutuhan ternak, kebersihan (biosekuriti) peralatan, kandang dan lingkungan kandang secara rutin dan ketat dll. Dalam pelaksanaan vaksinasi untuk mengatasi AI, terkadang vaksinasi tidak melindungi sepenuhnya dari infeksi. 
Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kegagalan vaksinasi pada ayam diantaranya yaitu :
  • Program vaksinasi, kualitas vaksin dan teknik vaksinasi yang meliputi penyimpanan vaksin, handling vaksin dan cara pemberiannya yang kurang tepat
  • Tantangan virus AI di daerah setempat terlalu ganas. Tingginya jumlah virus AI dan didukung dengan lingkungan kandang yang kotor dapat mempercepat turunnya titer antibodi atau kekebalan hasil vaksinasi


Info Medion Edisi November 2010
Artikel bersumber dari Info Medion Online (http://info.medion.co.id).


Read More »

Hal Menakutkan Apabila Sicacing Datang dan mengganggu

0 komentar


Komoditas ternak unggas masih memegang peran penting dalam penyediaan protein hewani di Indonesia. Namun ternyata kendala penyakit masih sering ditemui oleh para peternak dan menyebabkan penurunan produktivitas ayam, sehingga ketersediaan protein hewani tersebut masih belum optimal. Contoh penyakit yang turut menyebabkan penurunan produktivitas ayam ialah cacingan. Kasus cacingan dan program pengendaliannya di peternakan unggas tak jarang diabaikan oleh peternak karena kasus tersebut dianggap tidak berbahaya dan tidak sefatal penyakit viral ataupun bakterial. Namun kejadian penyakit yang cukup menyebabkan penurunan produksi tersebut berdampak sebagai pemicu datangnya penyakit lain. Hal ini menyebabkan kerugian dalam sektor perunggasan.

Sekilas Mengenai Penyakit Cacingan
Hujan datang, cacing pun senang. Curah hujan dan kelembaban tinggi membuat para cacing lebih suka berkembang biak. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ternyata Bulan Oktober-Maret merupakan periode waktu yang memiliki curah hujan tinggi. Berdasarkan data kasus penyakit dari Tech. Support Medion, terlihat bahwa jumlah kasus cacingan ditemukan sangat tinggi pada bulan November dan Maret. Melihat situasi tersebut, terdapat korelasi antara curah hujan dan kelembaban terhadap tingginya kasus cacingan di suatu peternakan. Alasannya, populasi lalat dan serangga sebagai inang antara meningkat. Selain itu, air merupakan salah satu wahana yang sangat efektif dalam penyebaran telur dan larva cacing infektif dari feses ke lingkungan.
Masa dulu tidak jauh berbeda dengan masa sekarang, demikian pula dengan penyakit cacing pada ayam. Kasus infestasi cacing masih didominasi pada peternakan layer, karena ayam jenis ini hidupnya lebih lama dibandingkan dengan ayam broiler, sehingga cacing mempunyai cukup waktu untuk berkembang biak dalam rangkaian siklus hidupnya. Berbeda halnya dengan ayam broiler yang masa pemeliharaannya pendek, hanya 35 hari.
Cacing yang sering dijumpai pada ayam secara umum terdiri dari 2 jenis yaitu cacing gilig atau nematoda (Ascaridia sp., Heterakis gallinarum, Syngamus trachea, Oxyspirura mansoni) dan cacing pita atau cestoda (Raillietina sp., Davainea sp.). Dari data umur serangan yang dirangkum tim TechSupport Medion, terlihat bahwa pada ayam muda calon petelur atau pullet, kasus cacingan didominasi oleh cacing gilig (Ascaridia galli). Sedangkan sepanjang masa produksi (umur 18 minggu ke atas) umumnya didominasi oleh cacing gilig (Ascaridia galli) dan cacing pita (Raillietina sp.).


Lebih Baik Mencegah daripada Mengobati
Filosofi pencegahan yang dapat dilakukan peternak terhadap kasus cacingan adalah menjaga sanitasi kandang dan melakukan pencegahan dengan pemberian obat cacing secara berkala. Bila sudah terlanjur terjadi kasus, maka disarankan untuk memberikan pengobatan yang sesuai disertai dengan perbaikan sanitasi kandang.

Beberapa tindakan penanganan yang dapat dilakukan antara lain :
  • Perbaikan tata laksana pemeliharaan
Upaya pengelolaan terbaik untuk menekan siklus perkembangbiakan cacing, contohnya dengan memperhatikan kondisi sekitar kandang agar tidak lembab. Selain itu, hindari hal-hal yang dapat menyebabkan litter basah seperti air minum tumpah atau kandang bocor, mencegah kepadatan kandang yang berlebihan, mengusahakan ventilasi kandang yang cukup serta menerapkan sistem all in all out.
  • Menjaga sanitasi kandang
Hal ini diupayakan untuk menjauhkan kandang dari inang perantara, seperti menghindari tumpukan feses pada area kandang. Meminimalkan kontak ayam dengan feses yang mengandung telur cacing serta membersihkan feses secara rutin minimal 2 minggu sekali.
  • Basmi inang antara seperti lalat, kumbang, siput, maupun cacing tanah dengan insektisida. Hindari kontak langsung antara insektisida dengan air minum, ransum atau ayam karena bersifat racun.
  • Program pengobatan yang sesuai
Penggunaan anthelmintik yang sesuai terhadap cacing gilig maupun cacing pita merupakan rekomendasi khusus menangani kasus cacingan pada ayam. Lakukan pengulangan pemberian obat cacing 1--2 bulan untuk membasmi cacing secara tuntas, mulai dari telur, larva, hingga cacing dewasa.
  • Lakukan pemeriksaan feses secara rutin 2-3 bulan sekali untuk mengetahui keberadaan telur cacing dalam feses.

Efektivitas Obat “Ampuh” untuk Cacing
Kasus parah, maka pengobatan tidak akan maksimal. Bercermin pada kondisi tersebut, sebaiknya pengobatan dilakukan secara rutin untuk memotong siklus hidup cacing. Pengobatan dengan anthelmintik yang sesuai sebaiknya dilakukan secara serempak dalam satu kandang yang terserang cacingan. Anthelmintik merupakan obat untuk menghilangkan atau mengeliminasi parasit cacing dari tubuh ayam.
Dilihat dari cara kerjanya, anthelmintik dibagi menjadi 2 jenis. Pertama, anthelmintik yang bekerja dengan mempengaruhi syaraf otot cacing sehingga cacing lumpuh dan dengan mudah dikeluarkan melalui feses. Kedua yaitu anthelmintik yang bekerja mengganggu proses pembentukan energi, sehingga cacing akan kehilangan energi dan akhirnya mati. Pengobatan cacing akan optimal jika teknik pengobatan dilakukan dengan tepat, meliputi tepat obat, tepat dosis, dan tepat aplikasi pemberian.
Pemilihan anthelmintik dikatakan tepat, jika anthelmintik mempunyai spektrum kerja yang sesuai dengan cacing tersebut. Oleh karena itu, dalam pemilihan obatnya harus didasarkan pada hasil diagnosa terhadap jenis cacing yang menginfeksi. Pemberian anthelmintik juga harus tepat dosis, yaitu hanya diberikan pada dosis tunggal (satu kali pemberian). Berbeda halnya dengan antibiotik, pemberian anthelmintik tidak boleh diberikan dalam dosis terbagi. Akibat yang ditimbulkan jika hal ini dilakukan maka dapat menyebabkan jumlah obat yang masuk ke dalam tubuh ayam menjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Tepat dosis juga berkaitan dengan tepat aplikasi pemberian. Jika aplikasi pemberian salah maka dosis pun menjadi tidak tepat. Pemberian obat bentuk kapsul, kaplet, atau injeksi dapat dilakukan dengan cara dicekokkan ataupun disuntikkan. Berbeda halnya dengan aplikasi pemberian. Jika melalui air minum ataupun ransum, maka dosis obat dan konsumsi ayam terhadap kedua hal ini harus diperhatikan, sehingga dosis yang diterima oleh ayam tepat.
Pengobatan infeksi cacing juga memerlukan proses pengulangan dan hal ini penting dilakukan. Pengulangan tersebut bisa disesuaikan dengan siklus hidup cacing dan kondisi kandang. Cacing gilik mempunyai siklus hidup 1-2 bulan, sedangkan cacing pita sekitar 1 bulan sehingga pemberian anthelmintik pertama kali disarankan saat berumur 1 bulan. Jika ayam dipelihara pada kandang postal, pemberian anthelmintik perlu diulang setelah 1-2 bulan. Sedangkan jika dipelihara di kandang baterai, pengulangan dilakukan 3 bulan kemudian karena ayam tidak kontak dengan litter.



Salah satu contoh produk obat cacing produksi Medion adalah Levamid. Obat ini mengandung niclosamide dan levamisole HCl yang ampuh membasmi cacing pita dan cacing gilik pada ayam. Niclosamide bekerja menghambat uptake (pengambilan) glukosa yang diperlukan sebagai sumber energi untuk metabolisme dalam tubuh cacing. Selain itu, hambatan pada siklus Krebs mengakibatkan terakumulasinya asam laktat yang bersifat toksik sehingga dapat membunuh cacing. Sedangkan levamisole merupakan anthelmintik berspektrum luas. Levamisole bekerja dengan cara mempengaruhi sistem syaraf otot cacing. Cara kerja ini mengakibatkan cacing lumpuh sehingga mudah dikeluarkan dari tubuh ayam melalui feses. Cacing pita mati sehingga kerugian akibat infeksi cacing dapat teratasi, dan produksi akan meningkat lagi.
Untuk mengetahui efektivitas dari Levamid, Medion mengadakan trial dan bekerja sama dengan instansi independen yaitu Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada. Kerjasama tersebut berupa percobaan menggunakan ayam petelur umur 4 minggu yang sebelumnya diinfeksi oleh cacing gilik (Ascaridia galli dan Oxyspirura mansonii) dan cacing pita (Raillietina sp.). Berdasarkan hipotesa dinyatakan bahwa obat cacing dikatakan efektif jika dapat membasmi cacing sebanyak 90% dari total cacing yang menginfeksi.
Berdasarkan trial tersebut diperoleh data bahwa efektivitas Levamid membasmi Ascaridia galli dan Oxyspirura mansonii sebesar 100%, sedangkan untuk Raillietina sp. mencapai 90%. Selain membasmi cacing, Levamid juga efektif menurunkan jumlah telur cacing dalam feses (grafik 2). Keunggulan lain Levamid adalah Levamid tidak menimbulkan keracunan ataupun efek samping terhadap pertumbuhan dan produktivitas ayam apabila pemberiannya sesuai dengan dosis dan aturan pakai. Stres akibat pemberian Levamid cenderung lebih kecil karena pemberiannya tidak perlu diulangi dalam beberapa hari.
Cacing merupakan parasit internal berukuran cukup mungil, tetapi keberadaannya dalam tubuh ayam cukup berbahaya. Gangguan pertumbuhan maupun produksi telur menjadi akibat yang harus ditanggung peternak. Menjaga lingkungan kandang dengan baik, melakukan pemeriksaan feses secara rutin, serta melakukan pengobatan cacing dengan tepat dapat mencegah dampak buruk akibat serangan cacing yang merugikan.


Info Medion Edisi Maret 2012a
Artikel bersumber dari Info Medion Online (http://info.medion.co.id).


Read More »